Rabu, 15 Juli 20

SBY Harusnya Mengajari, Bukan Malah Diajari Seperti Ini

SBY Harusnya Mengajari, Bukan Malah Diajari Seperti Ini
* Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Twitter @SBYudhoyono)

Oleh: Teddy Gusnaidi, Pemerhati Sosial Politik

SBY katakan pemerintah jangan sedikit-sedikit, dengan mudah mengkriminalisasi, memanggil para pendakwah dan kiai, seolah-olah dianggap kejahatan. Menurut SBY, bisa dengan saling mengingatkan agar tidak jadi kasus itu.

SBY katakan, jangan terlalu cepat menuduh ini tidak bhinneka, ini radikal, seterusnya. Tujuannya adalah menyatukan. Lebih baik dibimbing supaya enggak benturan.

SBY katakan, pandangannya tersebut terkait dengan pengakuan beberapa ulama dan kiai yang merasa mudah dikriminalkan melalui delik ujaran kebencian. Menurutnya, pemimpin negara dan ulama harusnya satu, bukan malah menjadi musuh.

SBY katakan, Indonesia harus mencontohkan sikap yang mencerminkan Islam yang sebenarnya kepada negara lain. Hal ini berguna untuk menangkal gejala ketakutan terhadap Islam atau Ivslamophobia di dunia. “Kita harus memberi contoh bagaimana Islam yang benar sesuai dengan firman Allah. Kalau dijalankan, gelombang islamophobia bisa diredam.”

Empat hal ini disampaikan SBY ketika menghadiri Milad ke-50 Pondok Pesantren Daar el-Qolam, di Jayanti, Tangerang, Banten.

Ini beritanya

SBY: Pemerintah Jangan Sedikit-sedikit Kriminalisasi Ulama http://cnn.id/270389

Saya setuju dengan SBY, bahwa tidak boleh kriminalisasi, tidak boleh terlalu cepat menuduh, mendengarkan pengakuan dan harus mengikuti ajaran Islam. Maka dari itu, saya dengan terpaksa harus mengingatkan SBY terkait empat pernyataannya tersebut.

Pertama, SBY jangan sedikit-sedikit menyerang Pemerintah tanpa dia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Statemen SBY itu jelas menuding karena ada kata “sedikit-sedikit” dan “dengan mudah”.

Kedua, SBY katakan pemerintah jangan terlalu cepat menuduh ini tidak bhineka, ini radikal dan seterusnya. SBY tidak sadar, dia mengatakan jangan terlalu cepat menuduh, tapi dia melakukannya juga. Jadi, SBY jangan asal cepat menuduh dan menuding bahwa pemerintah mudah melakukan tuduhan.

Ketiga, SBY menyampaikan bahwa pandangannya tersebut berdasarkan pengakuan satu pihak. Artinya, SBY hanya mendengar satu pihak lalu langsung menuduh pemerintah begini dan begitu.

Keempat, karena SBY bicara soal Islam yang benar sesuai dengan firman Allah, maka apa perlu saya ajarkan SBY terkait tiga pernyataan dia jika dikaitkan dengan ajaran Islam? Saya pikir gak perlu ya, karena saya yakin SBY paham dan mau mengoreksi pernyataan dia.

Sangat disayangkan kalau SBY yang mantan Presiden RI dan masih jadi Ketua umum Partai bicara tanpa dia pahami masalah yang sebenarnya dan hanya berdasarkan dari satu pihak. SBY seharusnya pada posisi mengajarkan bukan malah diajari seperti begini..

Sumber: www.teddygusnaidi.com

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.