Minggu, 2 Oktober 22

SBY Disebut Atur Proyek e-KTP, Demokrat: Itu Fitnah

SBY Disebut Atur Proyek e-KTP, Demokrat: Itu Fitnah
* Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya membantah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlibat proyek e-KTP. Riefky  menegaskan SBY sebagai Presiden keenam RI  saat itu tidak mungkin mempunyai pikiran untuk mengatur proyek e-KTP, karena ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk masyarakat dan negara.

“Itu fitnah. Tidak pernah Pak SBY mengatur proyek. Beliau lebih penting memikirkan nasib dan kesejahteraan masyarakat. Tunjukkan buktinya, ” ujar Riefky saat dihubungi, Jumat (26/1/2018).

Riefky menjelaskan bahwa program e-KTP ini merupakan program rakyat untuk kepentingan Pemilu. Menurutnya, jikapun ada yang menyalahgunakan program e-KTP, itu demi keuntungan kepentingan pribadi. Ia menilai tidaklah fair jika kasus hukum yang terjadi ujung-ujungnya untuk menyeret kepala negara.

“Janganlah sebentar-bentar menyeret-nyeret kepala negara seperti Ibu Megawati, Pak SBY dan Pak Jokowi ke dalam kasus hukum. Ini jelas merupakan oknum yang menyalahgunakan program rakyat demi keuntungan pribadi. Mari kita serahkan kasus ini kepada aparat hukum, khususnya KPK untuk membuka secara terang-benderang kasus e-KTP ini,” ucap Riefky.

Riefky pun percaya para kepala negara mempunyai niat baik untuk memperbaiki sistem demokrasi di republik ini pasca reformasi yang dimulai di era Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY, dan kini Jokowi.

Sebelumnya mantan politisi Partai Demokrat, Mirwan Amir, mengaku pernah meminta Presiden SBY untuk menghentikan proyek pengadaan e-KTP. Namun, permintaan itu ditolak SBY.

Pengakuan Mirwan tersebut disampaikan saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (25/1/2018). Mirwan bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto.

“Saya menyampaikan ke Pak SBY agar e-KTP tidak diteruskan,” ujar Mirwan di dalam persidangan.

Menurut Mirwan, saat itu ia mendengar informasi dari pengusaha Yusnan Solihin, bahwa ada masalah dalam pelaksanaan proyek e-KTP. Informasi itu kemudian disampaikan kepada SBY saat ada kegiatan di kediaman SBY di Cikeas, Jawa Barat.

Namun, menurut mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu, SBY menolak menghentikan proyek e-KTP yang sedang berlangsung. Alasannya, karena saat itu menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

“Tanggapan Bapak SBY karena ini menuju pilkada, jadi proyek ini harus diteruskan,” kata Mirwan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.