Rabu, 29 Januari 20

Satu Tersangka Suap Meikarta Serahkan Diri

Satu Tersangka Suap Meikarta Serahkan Diri
* Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Twitter @KPK_RI)

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin sebagai tersangka dugaan menerima suap terkait proyek perizinan proyek pembangunan Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

“Setelah pemeriksaan dan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji pada bupati dan kawan-kawan terkait izin Meikarta,” ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Senin (15/10/2018).

Neneng diduga dijanjikan uang Rp 13 miliar oleh pengembang Lippo Group. Hingga saat ini, menurut Syarif, baru terjadi penyerahan Rp 7 miliar melalui sejumlah pejabat di Pemkab Bekasi.

Neneng disangka melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sementara itu Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi menyerahkan diri ke KPK pada Selasa (16/10/2018) pukul 04.00. Dia merupakan salah satu tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek Meikarta yang sempat melarikan diri saat operasi tangkap tangan KPK.

“Tersangka NR menyerahkan diri ke KPK diantar keluarga. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan secara intensif,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (16/10).

Sebelumnya KPK telah menangkap setidaknya 10 orang baik pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan pihak swasta dalam operasti tangkap tangan (OTT). Komisi antirasuah itu menyita barang bukti uang tunai senilai Rp 1 miliar dalam bentuk dolar Singapura dan rupiah. Diduga kasus yang sedang ditangani terkait perizinan properti.

KPK mengungkap kasus ini melalui operasi tangkap tangan yang digelar di Jakarta dan Surabaya pada 14 Oktober 2018. Dalam operasi itu KPK menangkap 10 orang dan menyita uang Sing$ 90 ribu dan Rp 513 juta. Pihak Lippo belum memberi pernyataan atas OTT tersebut.(Poy)

 

Baca juga:

‘Kasihan Anaknya, Punya Ibu Seorang Koruptor‘

Ditangkap KPK, Neneng Nodai Citra Golkar

OTT Bekasi Terkait Suap Proyek Properti

OTT Bekasi, KPK Amankan 10 Orang dan Uang Rp 1 Miliar

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.