Kamis, 6 Oktober 22

Setahun Pemerintahan, Jokowi Harus Intropeksi

Setahun Pemerintahan, Jokowi Harus Intropeksi

Jakarta, Obsessionnews – Pemerintahan Jokowi-JK sudah berjalan setahun. Menurut mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Laode Ida, penting Jokowi-JK melakukan intropeksi terhadap janji-janji politik kampanye yang termuat dalam Nawacita.

“Jika jujur diakui, berdasarkan pencermatan banyak pihak, Jokowi sulit yakinkan publik untuk buktikan janji-janjinya dalam setahun petama kepemimpinan. Bisa juga dikatakan bahwa Jokowi-JK telah cenderung lalai menepati janji,” ujarnya pada Obsessionnews.com, Senin (19/10/2015).

Sejak awal Jokowi-JK berjanji untuk tampil sebagai pemerintahan yang professional tak berdasarkan ‘bargaining politik’ dengan papol baik dalam jabatan menteri maupun jabatan-jabatan lainnya. Namun kata Laode, janji itu sudah dilanggar sendiri sejak awal pemerintahannya. Selain itu, janji dalam Nawacita-nya untuk menciptakan pemerintahan bersih dengan akan perkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sepertinya bertolak belakang.

“Faktanya, justru KPK dibiarkan dilemahkan oleh instrumen negara yang berada di bawah kendalinya. Bahkan parpol pendukungnya di DPR RI berupaya melakukan revisi ke arah pelemahan KPK,” kritik mantan Aktivis ini.

Laode pun menyoroti janji Jokowi-JK untuk mewujudkan ideologi Trisakti Bung Karno diantaranya menciptakan kemandirian bangsa. Namun Ia menyesali malah pemerintah mengundang investasi asing khususnya Cina untuk mengeksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) nusantara ini, termasuk mempersilahkan masuknya 10 juta tenaga kerja dari negara berpenduduk besar dengan ideologi komunisme itu.

Dosen UNJ ini menuturkan, mestinya pemerintah saat ini memprioritaskan putra dan putri bangsa untuk diberdayakan menggarap SDA sendiri. Tak hanya itu Laode juga menyarankan, bangsa Indonesia juga perlu mewaspadai faham komunisme yang masih eksis di Cina itu.

“Terlalu banyak contoh-contoh lainnya yang bisa kian menegaskan Jokowi telah cenderung ingkar janji dalam satu pertama pemerintahannya, yang seharusnya semua elemen bangsa ini menunjukkannya sebagai bagian dari kewajiban oleh seorang pemimpin yang beragama. Jokowi pun tak boleh marah kalau kritik,” pungkasnya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.