Rabu, 15 Juli 20

Satu Karung e-KTP Jatuh Sudah Dilacak, Ternyata e-KTP Invalid

Satu Karung e-KTP Jatuh Sudah Dilacak, Ternyata e-KTP Invalid

Jakarta, Obsessionnews.com – Begitu tersebar berita di medsos bahwa ditemukan satu karung berisi e-KTP jatuh tercecer di persimpangan jalan Salabenda, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/5/2018), pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) langsung secepatnya menindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama Kapolres setempat. “Kami sedang melacak hal itu dengan Polres Bogor,” kata Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemdendagri, Prod Dr Zudan Arif Fakrulloh SH MH, saat dikonfirmasi Obsessionnews.com, Sabtu malam.

Sebelumnya, Obsessionnews.com menerima kabar bahwa ada karung jatuh berisi e-KTP asal dari Sumatera Selatan, dan ciri kendaraan truk engkel warna biru yang tengah menuju arah Parung Nomor Polisi tidak diketahui. Hasil pulbaket di sekitar lokasi bahwa e-KTP tersebut telah jatuh tercecer di Jalan Raya Kayu Manis Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor hingga berhenti di lokasi TKP simpang TL Salabenda.

Terkait KTP-el yang ditemukan jatuh di Jl. Raya Salabenda Semplak, Kabupaten Bogor, Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof Zudan menyampaikan klarifikasi bahwa Sesditjen Dukcapil I Gede Suratha sudah melakukan Pengecekan di lapangan dengan jajaran Polsek Kemang dan Polres Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa KTP-el yang tercecer tersebut adakah KTP-el rusak/invalid dan diangkut dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu ke Gudang Kemendagri di Semplak Bogor.

“Semua KTP-el yang jatuh dari mobil pengangkut sudah diamankan bersama masyarakat dan dikembalikan ke mobil pengangkut unt selanjutnya dibawa ke Gudang Penyimpanan di Semplak, disaksikan oleh petugas Kemendagri yang ditugaskan melaksanaksn pemindahan barang dari Pasar Minggu ke Semplak,” tandas Prof Zudan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.com, Minggu pagi (27/5).

Zudan mengungkapkan, e-KTP rusak/invalid yang dibawa ke Semplak sebanyak 1 (satu) dus dan 1/4 (seperempat) karung (bukan ber karung karung) . Jumlahnya kepingnya tidak dihitung karena merupakan gabungan dari sisa-sisa pengiriman sebelumnya.

“Saat ini permasalahan ditangani Polres Kabupaten Bogor dan rencananya pagi ini beberapa staf yang mengawal barang tersebut dan Sopir akan diminta keterangan,” tegas Dirjen Dukcapil Kemendagri.

“Untuk itu saya mohon bantuan Bapak Ibu dan rekan-rekan bila ada link berita atau foto-foto, status di medsos berkenan menyampaikan klarifikasi saya ini agar masyarakat luas mendapatkan penjelasan yang resmi dan yang sebenarnya,” ujar Dirjen Dukcapil Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh SH MH. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.