Minggu, 3 Maret 24

Sarmuji Jelaskan Pentingnya 4 Pilar Kebangsaan Bagi Masyarakat

Sarmuji Jelaskan Pentingnya 4 Pilar Kebangsaan Bagi Masyarakat
* Anggota MPR RI M. Sarmuji mengadakan acara sosialisasi empat pilar di Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. (Foto Dok Pribadi)

Blitar, Obsessionnews.com – Anggota MPR RI M. Sarmuji mengadakan acara sosialisasi empat pilar di Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada (19/10/2021). Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Sarmuji menyampaikan bahwa masyarakat Blitar sangat menjunjung tinggi toleransi. Keberagaman suku yang ada di Blitar dan sekitarnya menjadi simbol kekuatan dan keterbukaan antar sesama.

Kemudian, di lokasi yang sama Sarmuji menyampaikan pentingnya penguatan serta pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sebagai warga negara Indonesia, kita harus memahami empat pilar kebangsaan kita yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Serta pentingnya penguatan agar kita bisa menerapkan itu dalam kehidupan keseharian kita,” kata Sarmuji.

Sarmuji menjelaskan, kemajemukan dan toleransi yang ada di Blitar telah menunjukkan bahwa warga Blitar menjujung tinggi empat pilar kebangsaan. Hal itu terbukti dari ragam budaya dan suku dan budaya yang ada di Blitar.

“Kalau mau lihat bukti empat pilar kebangsaan diterapkan dan dijalankan dengan baik, itu ada di Blitar. Warga Blitar sangat terbuka. Warga Blitar sangat gampang menerima berbedaan,” terangnya.

Jika warga Blitar tidak memahami empat pilar kebangsaan, tidak mungkin mereka dapat menerima pendatang dari berbagai wilayah. Semua suku yang ada di Blitar terbukti dapat menjalin silaturahmi yang baik.

“Itulah kenapa kedaiaman bisa tercipta di tengah masyarakat Blitar yang beragam. Semua berbaur dan saling menjaga ketertiban dan menghormati satu sama lain,” jelasnya.

Sarmuji juga menyampaikan pesan agar masyarakat Indonesia harus bercermin pada toleransi keberagaman yang tinggi antar masyarakat yang ada di Blitar. Sehingga pembangunan di Blitar tetap berjalan ke arah yang lebih baik.

“Persatuan menciptakan perdamaian. Sementara perdamaian menjadi syarat pembangunan. Kita bersyukur di negara yang kita citai ini persatuan bisa dijunjung tinggi dan perdamaian bisa dirasakan. Akibatnya pembangunan berdampak bagi kemajuan dan kebaikan masyarakat,” ujar Sarmuji.

Lantas, Sarmuji memberikan contoh negara-negara di dunia yang gagal menjaga persatuan dan kesatuan. Kegagalan itu menyebabkan tidak adanya pembangunan negara, sehingga yang terjadi hanya sebuah kemunduran.

“Lihatlah negara-negara yang kini tidak mampu menjaga persatuan dan kedamaian. Mereka tidak bisa berbuat untuk rakyatnya. Apalagi membangun negaranya, karena masih terus bergelut dengan pergulatan politik yang menyebabkan negara itu tidak ada persatuan dan kesatua. Contoh yang nyata Afghanistan, Libya, Yaman dan Suriah yang masih terus terjadi perang saudara,” paparnya.

“Kami merasa bangga dan bersyukur tradisi saling menghormati satu sama lain terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia secara luas di semua daerah,” tandas Sarmuji. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.