Senin, 28 September 20

Sambut New Normal, Pemkab Kebumen Siapkan 14 Ribu Rapid Test Massal untuk Zonasi

Sambut New Normal, Pemkab Kebumen Siapkan 14 Ribu Rapid Test Massal untuk Zonasi
* Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto meninjau rapid test massal di Pasar Rowokele. (Foto: Albar / OMG)

Kebumen, Obsessionnews.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mengadakan Rapid Test massal di 19 Kecamatan yang masuk zona merah dan orange. Setidaknya secara keseluruhan akan diadakan 14 ribu rapid test yang dipimpin bupati dan wakil bupati Kebumen.

Pada Kamis (28/5/2020) rapid test dimulai di empat kecamatan, yakni Pasar Gombong, dan Pasar Karanganyar, yang dipimpin tim I, yakni Bupati Kebumen Yazid Mahfudz. Adapun rapid test selanjutnya ada di Pasar Selokerto, Kecamatan, Sempor dan Pasar Rowokele yang dipimpin oleh tim II, yakni Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.

Arif langsung melakukan peninjuan di Pasar Rowokele dengan melihat aktivitas warga yang pergi ke pasar dan dilakukan rapid test. Ia mengatakan, wilayah kecamatan Rowokele masuk dalam zona orange. Dengan adanya rapid test ini, diharapkan Rowokele dalam beberapa hari ke depan kembali ke zona hijau.

“Tentunya kita harapkan dengan rapid test massal ini, nanti akan dilakukan scoring oleh Pak Asisten I untuk menentukan zonasi yang sedang dilakukan pemantauan tersebut. Rowokele masuk zona orange, kita harapkan 14 hari ke depan masuk zona hijau,” ujar Arif usai menyapa para pedagang Pasar.



Ia menyebut rapid test masal ini dibutuhkan untuk bisa memetakan sistem zonasi yang dilakukan Pemkab Kebumen mengenai penyebaran corona. Karenanya untuk mencegah penyebaran corona semakin meluas, Arif meminta kepada masyarakat Kebumen untuk tetap menjaga kedisiplinan dalam menjaga kesehatan.

“Peran masyarakat sangat penting untuk mencegah penyebaran corona dengan bersikap disiplin dalam menjaga kesehatan, seperti tetap menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan istirahat yang cukup,” jelasnya.

Pemkab Kebumen kata dia, berencana menerapkan new normal pada pertengahan Juli mendatang dengan kembali membuka sekolah-sekolah. Untuk itu, Arif meminta new normal harus didukung dengan kedisipilan warga dalam mematuhi anjuran pemerintah, sehingga pada saatnya semua wilayah Kebumen sudah menjadi zona hijau.



“Diharapkan pada pertengahan bulan Juli nanti anak-anak sudah mulai masuk sekolah. Kita bisa lihat peta di Kabupaten Kebumen seperti apa. Ketika kita lakukan new normal, masyarakat sudah disiplin tentunya kita mengharapkan Kabupaten Kebumen sudah zona hijau,” urainya.

Dalam rapid test di empat kecamatan tadi ada 1 orang yang dinyatakan reaktif, dan langsung diminta untuk dikarantina. Arif mengatakan wilayah Kebumen telah dibagi menjadi empat zonasi, yakni zona hijau, kuning, orange dan merah. Zona hijau ada di 8 kecamatan, zona merah ada 11 kecamatan. Kecamatan yang masuk zonasi merah akan diberlakukan aturan ketat, sama dengan orange.

Diketahui Kebumen adalah kabupaten pertama yang menerapkan sistem zonasi di Indonesia. Sistem ini dipakai untuk memisahkan antara wilayah yang sudah terpapar Covid-19 maupun wilayah yang belum sama sekali agar mendapat perlakuan khusus.



Tujuan penerapan zona terhadap penangan Covid sendiri adalah untuk memetakan daerah mana yang perlu penanganan khusus, dan mana yang tidak. “Tujuan dari penerapan zona ini adalah agar kita semua tau peta mana yang akan kita kuatkan untuk mengatasi Covid-19,” ucap Arif.

Pelaksanaan zonasi tersebut nantinya akan dilaksanakan selama 100 hari kedepan untuk memutus mata rantai Covid-19 antar wilayah di Kabupaten Kebumen. Selain itu, dalam pelaksanaannya nantinya akan di terapkan hingga tingkat desa yang apabila desa tersebut masuk dalam zona hijau maka harus bekerja keras untuk mempertahankannya.

Arif berharap, penerapan zonasi antar wilayah tersebut mampu menjawab program dari Presiden RI Ir Joko Widodo yang mulai menerapkan pelonggaran sosial masyarakat yang akan dibuka pada bulan Juni mendatang. Menurutnya, program zonasi ini juga merupakan jawaban dari program ‘’Jogo Tonggo’’ Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Untuk menjawab program dari Presiden dan Gubernur Jateng maka Kabupaten Kebumen akan mempersiapkan insfratrukturnya terlebih dahulu yaitu sistem zonasi,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.