Kamis, 7 Juli 22

Samad Nilai Pansel Bisa Lemahkan KPK

Samad Nilai Pansel Bisa Lemahkan KPK

Jakarta – Ketua KPK Abraham Samad menginginkan agar Panitia Seleksi (Pansel) pengganti Busyro Muqoddas ditangguhkan. Abraham yakin meskipun hanya ada 4 pimpinan, kinerja KPK tidak akan berkurang. Bahkan menurutnya, 4 pimpinan akan terus meningkatkan ritme kerjanya.

“Kita menganggap 4 orang itu masih ideal. Masak kalian tidak percaya,” ujar Abraham saat menghadiri Festival Film Anti korupsi di Bulungan, Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Abraham menilai, jika Pansel tetap ngotot akan melaksanakan perekrutan pengganti Busyro, maka hal itu dilakukan sebagai suatu upaya untuk memperlemah KPK. Sebab, kata dia, penindakan pidana korupsi memiliki resistensi yang tinggi, dan jika ada orang baru yang masuk akan mempengaruhi ritme kerja yang ada.

“Jangan-jangan logika itu dibangun untuk melemahkan KPK,” tutur Abraham.

Abraham menyebut semua pimpinan KPK sudah sepakat untuk meminta agar Pansel ditangguhkan. Bahkan pimpinan sudah mengirim surat kepada Presiden dan Menkum HAM. “Namun demikian dengan adanya masukan-masukan tentunya untuk mengubah satu keputusan kita harus melakukan rapim lagi,” katanya.

Untuk alasan legitimasi, Abraham menegaskan di dalam UU KPK tidak dituliskan secara rigit bahwa pimpinan KPK yang habis masa tugasnya harus segera digantikan dengan yang baru. Dalam UU tersebut, menurut dia, ada peluang perekrutan calon pimpinan KPK dilaksanakan 5 orang sekaligus di tahun depan.

UU tidak rigit begitu masih ada peluang untuk mendapat pemahaman merekrut tahun depan,” tutur Abraham.

Pansel mengemukakan alasan pihaknya tetap melaksanakan proses seleksi meski pimpinan KPK menolak adalah terkait legitimasi. Pansel khawatir akan ada sejumlah pihak yang mempermasalahkan legalitas keputusan pimpinan KPK. Jika keputusan hanya dijalankan dari 4 pimpinan, akan sangat rentan dan mudah memiliki celah untuk dipersoalkan segi kelegalitasannya. (Has)

 

Related posts