Kamis, 3 Desember 20

Sama-sama Menular, Jumlah Kematian DBD Masih Tinggi dari Corona

Sama-sama Menular, Jumlah Kematian DBD Masih Tinggi dari Corona
* Ilustrasi Pasien DPD. (Foto: RRI)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Kesehatan mencatat angka kematian pasien yang meninggal karena demam berdarah dengue (DBD) di seluruh Indonesia masih cukup tinggi. Sejak awal tahun ini saja, korbanya sudah mencapai 254 jiwa.

“Wilayah Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang harus waspada DBD karena memiliki kasus tertinggi,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor Kementerian Kesehatan Nadia Siti Tarmidzi dalam keterangannya, Selasa (7/4/2020).

Berdasarkan data Kemenkes hingga 4 April 2020, kasus DBD terbanyak terjadi di Jawa Barat dengan total 5.894 kasus. Disusul oleh NTT sebanyak 4.493 kasus, Lampung 3.682 kasus, Jawa Timur 3.045 kasus, dan Bali 2.173 kasus.

Jawa Barat dan NTT termasuk dalam wilayah zona merah DBD. Sementara Lampung, Jawa Timur, dan Bali masuk dalam zona kuning. Total kasus DBD di seluruh Indonesia sejak Januari hingga 4 April 2020 sebanyak 39.876 kasus.

Namun, angka kematian akibat DBD tertinggi berada di NTT, yaitu 48 jiwa. Kemudian, Jawa Barat 30 jiwa, Jawa Timur 24 jiwa, Jawa Tengah 16 jiwa, dan Lampung 16 jiwa.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto sebelumnya mengatakan periode waktu saat ini yang memasuki musim pancaroba atau masa pergantian musim dari musim penghujan ke kemarau kerap terjadi peningkatan kasus DBD.

Ia pun meminta masyarakat untuk mewaspadai ancaman penyakit DBD ini dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

Yurianto mengkhawatirkan meningkatnya kasus DBD bisa menambah angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19.

“Dengan munculnya demam berdarah akan memperburuk angka kesakitan dan kematian yang terjadi manakala bercampur dengan Covid-19,” kata dia.

Sementara itu, data dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 kemarin, bahwa jumkah kasus positif Covid-19 ada 2.491, jumlah pasien dirawat 2.090, jumlah pasien sembuh 192 orang, dan jumlah pasien meninggal 209 orang. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.