Minggu, 25 September 22

Saluran Sungai Dibuat Menyempit, Petani Protes

Saluran Sungai Dibuat Menyempit, Petani Protes

SUBANG, Obsessionnews – Proyek pekerjaan normalisasi saluran sungai Bendung Macan di Desa Mekarwangi di demo oleh ratusan petani dari sejumlah Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Pagaden Barat Subang, Jawa Barat.

Pasalnya, pengerjaan normalisasi membuat saluran air menjadi menyempit sehingga dikhawatirkan apabila musim hujan tiba menimbulkan luapan air berakibat banjir pada sawah disekitarnya akibat kurangnya daya tampung air.

“Setahu kami, normalisasi itu harusnya bikin saluran jadi lebar, normal seperti semula. Ini malah jadi sempit, dangkal dan ketinggian tanggulnya kurang. Takutnya begitu musim hujan, air tetap saja meluap merendam sawah kami seperti tahun-tahun lalu,” ujar salah seorang pengurus Gapoktan Desa Munjul, Denmas (40 tahun), Jum’at (30/10/2015).

Kemudian dia bersama rekan petani lainnya menuju lokasi guna mendesak pihak kontraktor untuk memperbaiki pekerjaannya.

Namun aksi petani tidak mendapat tanggapan karena pelaksana proyek tidak berada di tempat.

“Kalau pekerjaan jelek, para petani juga yang jadi korbannya. Kami minta mereka perbaiki lagi pekerjaannya,” ucapnya.

Seorang petani lainnya, Beben, mendesak pihak kontraktor supaya memperlebar saluran 1 – 2 meter di bagian pinggiran kiri-kanan dan mengeruknya lebih dalam, supaya daya tampung air menjadi maksimal.

Sebab kata Beben bantara kiri dan kanan masih memungkinkan dilakukan pelebaran.

“Daripada bantaran ditanami padi atau pepohonan oleh oknum, lebih baik (bantaran) itu dikupas agar saluran jadi lebar, bukannya makin menyempit seperti sekarang,” ujarnya.

Pihaknya menyayangkan tidak dipasangnya papan informasi yang memuat rincian kegiatan, mulai dari nama pekerjaan, instansi pemerintah dan pelaksana pekerjaan, volume dan pagu anggaran, serta jadwal pelaksanaan.

“Ini kan kegiatan dengan anggaran besar, informasinya sampai 110 miliaran, yang sumbernya dari pemerintah, tentu berasal dari uang pajak yang dibayar masyarakat. Kalau penggunaan anggarannya tidak terbuka, bisa memicu korupsi,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan resmi dari pihak pelaksana. Menurut berbagai sumber menyebutkan kegiatan normalisasi saluran sepanjang 15 kilometer, yang dimulai dari Bendung Macan Kecamatan Pagaden Barat hingga Desa Karangwangi Kecamatan Binong ini, dilaksanakan oleh kontraktor PT Brantas asal Semarang, dengan pagu anggaran mencapai Rp110 miliar. (Teddy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.