Kamis, 12 Desember 19

Saling Langgar Kesepakatan Politik antara Airlangga dan Bamsoet

Saling Langgar Kesepakatan Politik antara Airlangga dan Bamsoet
* Airlangga Hartarto dan Bamsoet. (Foto: Net)

Jakarta, Obsessionnews.com – Mendekati Munas Partai Golkar perebutan kursi ketua umum semakin keras, Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang tadinya melunak tidak ingin maju sebagai calon ketua umum, kini tampaknya berubah pikiran. Ia tetap ingin menjadi pesaing Airlangga Hartarto dalam Munas yang akan berlangsung pada Desember mendatang.

Di balik rencana keras Bamsoet maju caketum Golkar, loyalis Airlangga yang juga menjabat Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, Bamsoet telah melanggar kesepakatan politik dengan Airlangga, yakni tidak akan maju caketum Golkar jika sudah dimandatkan sebagai Ketua MPR.

“Yang tahu kesepakatan itu kan Pak Airlangga dan Pak Bamsoet. Yang jelas kesepakatan itu adalah Pak Bamsoet tidak akan maju menjadi calon ketua umum Partai Golkar jika sudah ditugaskan sebagai Ketua MPR RI,” kata Ace saat dihubungi, Kamis (21/11/2019).

Baik kubu Airlangga maupun kubu Bamsoet sama-sama mengaku keduanya melanggar kesepakatan. Ketua Tim Sukses Bamsoet, Ahmadi Noor Supit, mengungkapkan, adanya kesepakatan yang tidak tercapai antara Airlangga dan Bamsoet dalam pemilihan caketum Golkar.

Atas dasar itu, Bamsoet akhirnya memutuskan maju sebagai caketum Golkar menantang Airlangga Hartarto.

“Ada persyaratan dari sebuah komitmen dilanggar, komitmen jadi tak berlaku, enggak boleh dong sepihak, harus dua-duanya gentle. Kalau ada persyaratan, persyaratannnya harus dipenuhi dua-duanya,” kata Supit di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Kesepakatan yang dimaksud Supit satu di antaranya mengenai kepanitiaan pelaksanaan Munas untuk dilakukan secara bersama-sama dari kedua pendukung. Namun, ada 91 nama dari kubu Bamsoet yang dicoret dalam kepanitiaan sebagai Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC).

“Tapi semua itu dilanggar dengan cara-cara yang otoriter. Nah inilah yang membuat semua teman-teman yang merasa ditekan, masih ada tekan-menekan, masih ada seperti itu,” katanya.

Supit juga mengonfirmasi adanya posisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) sebagai salah satu syarat yang juga dilanggar kubu Airlangga. Yaitu kesepakatan anggota DPR yang sudah mengisi jabatan di AKD dijanjikan duduk kembali diposisi tersebut.

“Selain itu ada lagi, tapi saya secara moral tidak ingin membuka semuanya tetapi minimal itulah, hal-hal kecil saja seperti itu, fakta itu yang bisa dilihat dan dibuktikan,” tandasnya.

Ace justru mempertanyakan pengakukan Supit. Ia ragu Supit mengetahui kesepakatan yang dibuat antara Airlangga dengan Bambang.

“Dari mana Pak Supit tahu soal kesepakatan itu? Adakah memang kesepakatan soal apa yang disampaikan Pak Supit? Apakah memang soal AKD, kepanitiaan munas juga bagian dari kesepakatan?,” ujar Ace.

“Kalau kepanitian munas kan memang sdh disepakati dalam rapat pleno beberapa hari yang lalu,” sambungnya

Ketimbang melayangkan tudingan-tudingan ke Airlangga, lanjut Ace, ia meminta Supit dan pendukung Bambang untuk ikut serta dalam pemilihan ketua umum Golkar di munas. Pihaknya tak keberatan jika Bamsoet maju sebagai caketum Golkar.

Selain Airlangga dan Bamsoet, juga ada calon lain yang siap maju sebagai ketum Golkar, yakni Ridwan Hisjam. Politisi senior ini bahkan disebut calon alternatif yang bisa menjadi kuda hitam dari pertarungan antara Bamsoet dan Airlangga. Nama Ridwan belakangan juga terus menguat. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.