Jumat, 9 Desember 22

Salim Kancil Dibunuh Sadis, DPR Investigasi di Lumajang

Salim Kancil Dibunuh Sadis, DPR Investigasi di Lumajang

Jakarta, Obsessionnews – Komisi III DPR RI mengutuk keras penyiksaan Salim Kancil aktivis lingkungan yang tewas dibunuh dengan sadis lantaran menolak penambangan pasir liar di Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

Rencananya Jumat (2/10/2015) Komisi III akan bertolak ke Lumajang untuk menemui keluarga korban dan melakukan investigasi atas kasus tersebut. Setidaknya ada 10 anggota komisi yang akan berangkat dari masing-masing fraksi.

“Jadi besok kita akan melakukan kunjungan spesifik investigasi ke Kepolisian, keluarga korban dan semuanya,” ujar Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul, di DPR, Kamis (1/10/2015).

Ruhut mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan yang jelas dari pihak Kepolisian dan juga PT IMMS selaku perusahaan tambang pasir yang akan beroperasi di Lumajang. Selain itu, Komisi III juga meminta Polisi mencari siapa dalang dibalik pembunuhan Salim.

“Semuanya kita minta, kasus ini diusut secara tuntas siapa datangnya. Kejadian ini sangat tidak pantas terjadi di Indonesia,” terangnya.

Bahkan politisi Partai Demokrat sepakat dan mendukung pelaku pembunuhan Salim dihukum mati. Sebab, aksi yang dilakukan sekelompok preman tambang terhadap Salim benar-benar keji dan tidak berperikemanusiaan. “Iya hukuman mati itu sangat pantas,” katanya.

Berdasarkan informasi dari Walhi yang melakukan advokasi warga di Lumajang, menduga kuat PT.IMMS berada di belakang penganiayaan dan pembunuhan terhadap Salim Kancil, petani di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Salim selama ini dikenal sebagai warga yang menolak adanya pertambangan ilegal di sekitar desa itu.

Sebelumnya, ‎‎Salim Kancil dan Tosan adalah korban penganiayaan dan pembunuhan yang dilakukan secara sadis dan menyeret korban hingga tewas di dekat Balai Desa, dimana kegiatan rutin anak-anak PAUD sedang berlangsung di Balai Desa tersebut.‎ oleh gerombolan yang dimobilisasi untuk mengintimidasi warga yang melakukan penolakan tambang pasir ilegal di sekitar Pantai Watu Pecak, Kab.Lumajang, Jatim pada Sabtu pagi (26/09/2015).

Dikabarkan Salim dibunuh dengan cara dikroyok oleh 30 preman dan diarak ke kantor balai desa. Salim dipukul dengan batu, lehernya digorok pakai gergaji dan distrum. ‎(Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.