Rabu, 29 Juni 22

Saksi Kecewa Ahok Bicara Dibohongi Al Maidah

Saksi Kecewa Ahok Bicara Dibohongi Al Maidah
* Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat aktif menjabat Gubernur DKI Jakarta di Kepulauan Seribu, Selasa (27/9/2016).

Jakarta, Obsessionnews.com – Jaksa Penuntut Umum menghadirkan dua saksi fakta dalam sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Salah satu saksi fakta, Sahbudi, warga Pulau Pramuka, merasa kecewa dengan kedatangan Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 lalu. ‎

Ia kecewa karena kedatangan Ahok ke Pulau Pramuka pada saat itu seharusnya membahas soal perikanan dan kesejahteraan warga Pulau Seribu, tapi  mengapa tiba-tiba Ahok ‎menyinggung surat Al Maidah dengan menyatakan dibohongi. Menurutnya, statemen Ahok itu tidak ada kaitannya soal materi yang dibahas.

“Saya kecewa sama Pak Ahok karena tidak tepat kunjungan kok membahas dibohongi Al-Maidah,” ujarnya di ruang sidang Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2017).

Kepada majelis hakim, saksi memang mengaku pada saat Ahok memberikan sambutan atau ceramah kepada warga Pulau Pramuka, dirinya tidak mengatahui persis soal ucapan Ahok yang disebut menghina agama lewat Surat Al Maidah.

Namun, setelah acara selesai, ‎Sahbudin mengaku diperlihatkan rekaman video ulang soal perkataan Ahok dari handphone milik saksi pertama Zaenudin. Di situlah ia mengetahui, bahwa Ahok telah menyinggung Surat Al Maidah. ‎

“Saya diperlihatkan lagi videonya di Muara Angke,” kata dia.

Dari situlah saksi mengaku mengetahui perkataan Ahok soal kata ‘dibohongi pakai Al Maidah ayat 51’.

Kemudian saksi juga mengaku semakin yakin ada yang tidak benar dari pidato Ahok tersebut  setelah mendengar dari acara kuliah subuh Aa Gym. Dari situlah Sahbudin mengaku kecewa kenapa berbicara seperti itu, termasuk perkataan jangan mau dibohongi Al Maidah ayat 51.‎ (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.