Senin, 20 September 21

Sakiti Umat Islam, Menteri Agama Dinilai Berbahaya

Sakiti Umat Islam, Menteri Agama Dinilai Berbahaya
* Menag Lukman Hakim

Jakarta, Obsessionnews – Wakil Ketua Umum DPP PPP kubu Djan Faridz, Fernita Darwis, geram terhadap perilaku Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin yang dinilai sengaja sering mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyulut kontroversi demi ingin mencari popularitas.

“Kami menilai apa yang dilakukan Lukman Hakim Syaifuddin tersebut adalah mencari popularitas murahan,” ungkap Fernita Darwis dalam jumpa pers di kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat (2/6/2015), yang didampingi Ketua DPP Akhmad Gojali Harahap.

Sebagai catatan, kebijakan Menteri Lukman Hakim yang mendapat sorotan misalnya, soal pembacaan Al Quran dengan langgam Jawa, kemudian pernyataannya yang meminta umat Islam menghormati orang yang tidak berpuasa. “Menag harus segera menghentikan sikap menyakiti umat Islam,” protes Fernita.

Jelang bulan Ramadhan, Menag Lukman mengeluarkan pernyataan yang meminta umat Islam yang berpuasa untuk menghormati orang yang tidak puasa. Pernyataan Lukman tersebut disampaikan melalui akun twitter-nya @lukmansaifuddin. “Warung2 tak perlu dipaksa tutup. Kita hrs hormati jg hak mrk yg tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa.”

Akhmad Gojali menganggap Lukman Hakim mengeluarkan kebijakan dan pernyataan tersebut agar dianggap tokoh pluralisme. Menurutnya, hal itu sangat berbahaya bagi seorang Menteri. “Ketidakpahamannya terhadap apa yang menjadi fokus tugas dan tanggung jawabnya sebagai Menteri Agama,” tandasnya.

Fernita menambahkan, Menteri Agama Lukman harus segera menghentikan paham liberal dalam sikap kehidupan beragama karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45. Oleh karena itu, pihaknya sangat menyesalkan pernyataan dan kebijakan Menteri Agama yang juga Politisi PPP kubu Romy tersebut.

“DPP PPP meminta agar Saudara Lukman Hakim Saifuddin segera mencabut pernyataan-pernyataan yang meresahkan tersebut dan meminta ma’af kepada seluruh umat beragama khususnya kepada umat Islam dan tidak mengulangi perbuatan tercela tersebut,” sambung Gojali.

Lebih lanjut, Fernita juga menyoroti keputusan Kementerian Agama (Kemenag) memfasilitasi kegiatan Ormas Syiah Ahlul Bait Indonesia (ABI) di kantor Kemenag RI. Bahkan, lanjut dia, yang paling berbahaya adalah Menag Lukman lewat kicauannya menyatakan bahwa umat Islam yang berpuasa harus menghormati orang lain yang tidak berpuasa.

“Dari konteks pembicaraan Saudara LHS (Lukman Hakim Saifuddin) bisa dipahami oleh khalayak umum bahwa seakan-akan orang yang berpuasa adalah suatu yang tidak lazim sehingga harus menghormati orang yang tidak berpuasa. Pernyataan ini jelas menyakiti umat Islam,” protesnya.

Ada lagi pernyataan Menag Lukman yang dinilai berbahaya, kata Fernita, kecenderungan pernyataannya terhadap agama Baha’i sebagai agama resmi di Indonesia. Soal kontroversi agama Baha’i ini berawal dari kicauan Lukman di akun Twitter-nya @lukmansaifuddin.

Dalam cuitannya, Lukman menjelaskan Baha’i termasuk agama yang dilindungi konstitusi sesuai Pasal 28E dan Pasal 29 UUD 1945. Setelah menuai pro kontra, Lukman membantah kicuannya tersebut menunjukkan bahwa pemerintah telah mengakui Baha’i sebagai agama resmi di Indonesia. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.