Rabu, 20 Oktober 21

Sadarlah Messi! PSG Bukan Barca

Sadarlah Messi! PSG Bukan Barca

Jika Lionel Messi berpikir transisinya dari Barcelona ke Paris Saint-Germain (PSG) akan mulus, ia akan segera menyadari bahwa kehidupan di ibu kota Prancis itu bisa sangat jauh berbeda dari apa yang biasa dialaminya di Camp Nou.

Sang bintang Argentina kerap diistimewakan di Camp Nou, namun hal semacam itu tidak berlaku lagi baginya di Paris.

Messi sudah terbiasa diistimewakan di Barca. Lebih dari 20 tahun berada di klub, memecahkan banyak rekor gol dan prestasi di antaranya raihan enam Ballon d’Or membuatnya jadi sosok tak tersentuh, status yang melekat padanya meski Barcelona mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Di PSG segalanya tidak akan berjalan dengan begitu mudah.

Memang belum terlihat jelas saat ia melakoni debut singkatnya dalam kemenangan atas Reims atau bahkan saat PSG susah payah bermain imbang 1-1 lawan Club Brugge di Liga Champions, tapi tanda-tandanya muncul dalam duel versus Lyon, Senin (20/9/2021).

Dua momen yang terjadi selama pertandingan menjadi bukti.

Sebelum kick-off, gelandang PSG, ander Herrera diwawancarai oleh Marca mengenai siapa yang akan menjadi eksekutor penalti klub musim ini karena ada Messi, Neymar dan Kylian Mbappe yang sama-sama piawai. Pemain asal Spanyol iyu menjawab: “Mungkin mereka harus bermain ‘kertas, batu, gunting’ untuk menentukannya.”

Tapi, ketika menghadapi laga krusial lawan Lyon, Neymar-lah yang melakukan tugas tersebut dan memengaruhi jalannya pertandingan.

Itu adalah sinyal pertama bahwa Messi tidak akan memiliki keistimewaan di rumah barunya, seperti yang biasa ia dapatkan di Barcelona.

Yang kedua datang tak lama kemudian ketika pelatih Mauricio Pochettino menariknya keluar untuk digantikan oleh Achraf Hakimi.

Itu merupakan pukulan menyakitkan bagi sang pemain Argentina, yang jarang sekali digantikan selama pertandingan berlangsung, apalagi dengan kedudukan skor masih imbang. Keengganannya berjabat tangan dengan Pochettino dilihat oleh publik, selain juga ia tampak menggerutu dengan Leandro Paredes di bangku cadangan.

Keputusan Pochettino itu terbukti benar karena PSG pada akhirnya mampu menyegel kemenangan berkat gol menit akhir dari sundulan Mauro Icardi yang memanfaatkan umpan Mbappe, pemain yang terus menjadi penentu tim dengan selalu mencetak gol atau assust di setiap pertandingan sejauh ini.

“Ini adalah keputusan yang dibuat demi tim dan semua orang tahu kami memiliki banyak pemain hebat. Kami harus mengambil keputusan ini,” terang Poch selepas laga.

“Kami membuat keputusan untuk menarik Messi keluar agar terhindar dari potensi cedera di masa depan.”

“Kami memiliki banyak pertandingan penting yang akan datang dan kami harus melindunginya.”

Kylian Mbappe Lionel Messi PSG 2021-22
PSG memiliki jadwal padat di hari-hari mendatang, dengan perjalanan tandang ke Metz pada Kamis (23/9) dini hari WIB yang disusul dengan pertandingan penting lainnya dalam lanjutan Ligue 1 lawan Montpellier dan jumpa Manchester City di Liga Champions.

Striker legendaris Prancis dan Arsenal, Thierry Henry, yang pernah bermain dengan Messi di Barcelona dan sekarang bekerja sebagai pundit Ligue 1 untuk Amazon Prime, menjelaskan tentang perasaan sang pemain.

“Reaksinya tidak mengejutkan saya. Mungkin ia tidak mau diganti,” katanya. “Kami tidak tahu apa yang mereka katakan satu sama lain. Mari kita tidak memulai kontroversi.”

“Ia pasti ingin tetap di lapangan agar bisa mencetak gol.”

Keputusan Pochettino juga tampak semakin benar karena pada awal pekan ini Messi dikabarkan mengalami cedera lutut sehingga masuk akal untuk menariknya keluar lebih awal saat lawan Lyon.

Namun demikian, sebenarnya tidak salah juga jika Messi tetap ingin bermain penuh karena memang terbiasa seperti itu di hari-harinya bersama Barcelona.

Messi memang masih diperlakukan dengan rasa hormat di PSG, tapi statusnya tidak lagi sebagai sosok istimewa seperti di Barcelona yang menjadikannya ikon klub. Pindah klub untuk pertama kalinya dan bermain dengan duo bintang yang punya ego besar, Mbappe dan Neymar membuatnya sadar bahwa keberadaannya di Paris bukan lagi bak bos seperti di Spanyol.

Jadi, perjalanan awalnya di PSG sekarang ini tentu bukan seperti yang diharapkan oleh Messi melainkan kenyataan yang harus dihadapinya. Jelas, ia harus bisa beradaptasi lebih cepat apabila ingin meraih kesuksesan lain dalam kariernya. (Goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.