Kamis, 11 Agustus 22

Saatnya IPC Menjadi Agent of Development

Saatnya IPC Menjadi Agent of Development

Sebagai pintu masuk perdagangan, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/ IPC merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam mensukseskan program NAWA CITA, yakni menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Karena itu, dibawah pimpinan Elvyn G. Massaya, IPC berkomitmen penuh menjadi agen pembangunan (agent of development) di bidang infrastruktur yang besar, kuat, dan lincah. Hal itu bukan sekadar lip service, tak memerlukan waktu lama berbagai inovasi dan strategi jitu dilancarkan IPC.

Seperti dalam peningkatakan pelayanan kepada pelanggan maupun mendukung program konektivitas nasional dari pemerintah, IPC terus melakukan perbaikan (upgrading) dan pembangunan hard infrastructure dan soft infrastructure.

“Peresmian Terminal Petikemas Kalibaru / New Priok Container Terminal One (NPCT1) oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada tanggal 13 September 2016. Terminal yang berkapasitas 1,5 juta Teus/tahun ini adalah terminal pertama dari total 3 terminal petikemas yang akan dibangun di Kalibaru pada fase I. Terminal ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam hal pembangunan kapasitas pelabuhan,” ungkap Direktur Utama IPC Elvyn.

Tahun ini, IPC juga tidak lupa untuk meng-upgrade dan memodernisasikan pelabuhan-pelabuhan eksisting. Perkuatan perbaikan pendalaman dermaga di Pelabuhan Tanjung Priok yang semula kedalamannya -8 mLws menjadi -10 mLws, yang semula -10 mLws menjadi -12 mLws dan yang semula -12 mLws menjadi -14 mLws. Kemudian pembangunan dan penambahan alat di pusat pelatihan simulator juga sudah dilaksanakan dan juga pembangunan common gate.

Dari sisi kelancaran arus logistik, IPC pun turut memberikan kontribusi di sisi operasional kepelabuhanan terhadap penurunan dwelling time untuk petikemas internasional dari 4 hari menjadi di kisaran 3 hari. Saat ini perusahaan juga tengah melakukan implementasi corporate roadmap untuk perataan dan peningkatan di semua bidang.

Baru-baru ini IPC juga memperkenalkan E-service secara bertahap, dimulai dari Pelabuhan Tanjung Priok sehingga kedepannya pengguna jasa dapat mengakses layanan kepelabuhanan dengan lebih cepat dan nyaman. Dibandingkan dengan kapasitas beberapa tahun lalu sekitar 5 juta Teus/tahun , saat ini kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok meningkat menjadi sekitar 7 juta Teus/tahun dengan modernisasi, upgrading dan relayouting.

Pemerintah dibawah komando Presiden Jokowi menginstrusikan seluruh elemen untuk mewujudkan Kerja Nyata namun tidak meninggalkan unsur Efisiensi. Lantas bagaimana strategi IPC? Elvyn menjawab tugas pelabuhan adalah memberikan kontribusi kepada Negara dengan mengoptimalkan logistic cost dan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional, khususnya pada wilayah-wilayah yang dilayani oleh pelabuhan.

ipc-1

Salah satu cara mewujudkan hal tersebut, lanjut Elvyn adalah dengan membangun dan mengembangkan pelabuhan-pelabuhan dengan penambahan dermaga, pendalaman dermaga, penambahan alat dan meningkatkan skill operator alat sehingga bongkar muat dapat dilakukan dengan waktu yang cepat sehingga biaya barang nantinya tidak mahal karena bongkar muat yang lama dapat menyebabkan cost menjadi lebih tinggi.

“Perusahaan meningkatkan kehadiran dalam turut mendukung dan mensukseskan peningkatan konektivitas nasional melalui program tol laut. Hal ini termasuk usaha perdana penurunan disparitas harga di wilayah Natuna sebagai pilot project, melalui awak perusahaan,” imbuhnya.

Berbagai transformasi telah dilakukan IPC untuk mempercepat terwujudnya keunggulan di dalam persaingan baik nasional maupun global. Saat ini, IPC telah menata kembali infrastuktur dan sistem terkait tata kelola perusahaan agar menjadi korporasi yang lebih baik. Di sisi lain, perusahaan juga tengah membangun dan meng-upgrade sistem dan cara kerja operasional untuk menghadirkan pelayanan kepada pengguna jasa yang lebih optimal.

Secara khusus, beberapa hal yang tengah dilakukan oleh perusahaan, Elvyn menjelaskan antara lain melakukan Transformasi Internal dengan mempertajam visi “Menjadi Pengelola Pelabuhan Kelas Dunia, Unggul dalam Operasional dan Pelayanan” kemudian visi diturunkan menjadi 5 fase corporate roadmap yang terdiri dari Fit in Infrastructure, Enhancement, Establishment, Sustainable dan World Class.

Turut membantu atau mendukung program pemerintah dalam menurunkan Dwelling time dengan mempersiapkan terminal operating system, memberikan pelatihan kepada operator alat, membuat system electronic service, penerapan tarif progresif dan sistem autogate, integrasi inaportnet dan INSW dan penyediaan dashboard online dwelling time.

Akuisisi UPT (Unit Pelaksana Teknis) yang sekarang dikelola oleh Kementerian Perhubungan, termasuk Sintete di Pontianak-Kalimantan Barat dan Agats di Papua dan Kaimana di Papua Barat.

Menginisiasi pembangunan Maritime Tower yang diproyeksikan nantinya untuk mnenjadi sebuah bangunan yang digunakan oleh pihak-pihak terkait di dalam maritime supply chain, seperti : port operator, bea cukai, shipping line dan pihak-pihak lain. Hal ini bertujuan untuk memudahkan komunikasi antar pihak sebagai upaya optimalisasi biaya logistik di Indonesia.

“Serta mempersiapkan IPO / Penawaran Saham Perdana untuk meningkatkan transformasi pengelolaan perusahaan dan menawarkan peluang partisipasi masyarakat dalam industri kepelabuhanan,” jelasnya.

Yang tak kalah penting, Elvyn menggarisbawahi, kunci bisnis IPC adalah Customer Satisfaction karena itu IPC tak henti bernovasi IPC untuk terus mencapai excellence services.

“Pelanggan selalu menjadi prioritas kami. Untuk meningkatkan mutu kerjasama dengan pelanggan, kami sudah meningkatkan penerapan SLA dan SLG untuk pelayanan jasa kapal dan jasa barang khususnya petikemas, baik untuk kapal luar negeri maupun dalam negeri, serta kargo internasional maupun domestik secara bertahap,” kata Elvyn.

IPC juga sudah melaksanakan implementasi Customer Database Management (CDM) di pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan lainnya serta akan diimplementasikan juga ke seluruh cabang dan anak perusahaan IPC pada awal tahun 2017 akan datang.

“Selain itu, kami juga mengadakan roadshow atau kunjungan ke primary customer untuk menjaga hubungan yang baik dengan saling memberi saran dan masukan untuk peningkatan pelayanan IPC. Selain itu, dilihat dari tren beberapa tahun terakhir, customer satisfaction indeks IPC juga terus meningkat,” pungkasnya. (Naskah: Giattri FP/Men’s Obsession)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.