Sabtu, 18 September 21

Saat Dirut LPDB Sosialisasi Dana Begulir ke KUKMK Tanjungpinang

Saat Dirut LPDB Sosialisasi Dana Begulir ke KUKMK Tanjungpinang
* Direktur Utama LPDB Kemas Danial mensosialisasikan dana bergulir kepada 300 pengurus koperasi dan UKM di Tanjungpinang, Kepri.

Tanjungpinang, Obsessionnews.com – Berbagai cara dilakukan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) untuk mempercepat penyerapan kredit/pinjaman kepada pelaku usaha. Salah satunya dengan rutin menggelar sosialisasi di berbagai daerah.

Kali ini atas undangan Dinas Koperasi dan UKM, Dirut LPDB Kemas Danial diberikan kesempatan untuk mensosialisasikan tata cara mengajukan pinjaman dana bergulir, dan ketentuan pinjaman kepada 300 pengurus koperasi dan pelaku UKM di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis 20 April 2017.

Saat presentasi Kemas menggunakan dua layar proyektor sambil memegang mikrofon. Berdiri dari meja pembicara lalu menghampir peserta sambil berdialog. Ia tampil layaknya seorang dosen yang sedang menerangkan mata pelajaran kepada para mahasiswanya. Ini adalah cara dia untuk mengalihkan konsentrasi peserta ke arah pandangannya.

“LPDB sumber dananya 100 persen dari APBN, maka hati-hati siapapun yang salahgunakan uang ini bisa dihukum. Sudah banyak dipenjarakan karena ini uang rakyat. Uang LPDB sekali lagi bukan sumbangan hibah tapi ini dana bergulir, yang disubsidi pemerintah adalah bunganya,” tukas Kemas saat memulai.

Kemas manjelaskan bahwa syarat utama untuk mendapatkan pinjaman dana bergulir adalah calon mitra harus berbadan hukum minimal 2 (dua) tahun, berpengalaman menjalankan usaha simpan pinjam sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun, memiliki kinerja baik selama 2 (dua) tahun terakhir yang ditunjukkan dengan SHU yang positif, melaksanakan RAT, dan laporan keuangan positif (bagi UKM).

“Paling kecil kalau basis koperasi Rp 150 juta, paling besar Rp 50 miliar tergantung modal koperasinya. Kalau sektor riil Rp 250 juta paling kecil, bisa pinjam sampai Rp 10 miliar. Lamanya pinjaman bisa kami berikan 3-5 tahun, kalau investasi bisa sampai 10 tahun,” katanya.

Kemas tampil menyemangati peserta yang sebagian besar merupakan kaum ibu-ibu itu untuk tak ragu mengakses permodalan melalui LPDB. Dengan suku bunga yang sangat ringan, yakni sekitar 2,25 persen per tahun untuk sektor riil dalam jangka waktu 5-10 tahun dan rata-rata 4 persen per tahun untuk usaha simpan pinjam untuk jangka waktu 3-5 tahun.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Kesempatan emas ini harus dimanfatkan untuk mengembangkan usaha bapak ibu sekalian. Kapan lagi ada kesempatan seperti ini,” imbuh Kemas.

Para pelaku usaha yang sudah memenuhi syarat diminta mengirimkan proposal ke kantor LPDB di Jakarta secara langsung, melalui koperasi dan UKM atau melalui pos. Setelah proposal diterima maka selanjutnya akan dilakukan kunjungan lapangan,  kemudian dilakukan analisa bisnis, yuridis dan risiko.

Selanjutnya kata Kemas akan diskusi oleh komite pinjaman atau pembiayaan. Setelah disetujui maka akan diberi surat pemberitahuan persetujuan prinsip (SP3). SP3 ini wajib dibaca dan ditandatangani oleh pelaku usaha, selanjutnya akan dilakukan akad pinjaman, dan pencairan dana.

Guna meminimalisir resiko kredit macet LPDB meminta pelaku usaha memberikan jaminan berupa personal guarantee, fidusia piutang, cash collateral, fixed asset, dan lembaga penjaminan. Fixed Aset sangat penting dan menjadi syarat di BPK untuk mengurangi resiko moral hazard.

“Tidak dikenakan biaya apapun dan jangan pakai jasa calo, karena kita tidak menggunkan jasa calo. Kalau tidak paham boleh curhat ke saya. 15 hari kalau sudah memenuhi syarat bisa cair, kalau belum bisa lama, atau bahkan tidak sama sekali,” ujar Kemas.

Tanjungpinang Belum Akses Dana Bergulir

Pada tahun 2017 LPDB menargetkan realisasi pinjaman dana bergulir mencapi Rp 1,5 triliun. Terdirinya dari Rp 600 miliar untuk pinjaman syariah dan Rp 900 miliar untuk pinjaman konvensional. Khusus untuk Tanjungpinang, LPDB mengalokasikan dana bergulir sebesar Rp 200 miliar.

Kemas mengatakan alokasi dana bergulir yang begitu besar untuk Tanjungpinang karena sektor KUMKM di wilayah ini turut berkontribusi dalam pengendalian inflasi. Sejak tahun 2016 inflasi Tanjungpinang dikatagorikan terbaik se-wilayah Sumatera yakni 3,06 persen atau sedikit di atas angka nasional yakni 3,02 persen.

Namun Kemas menyayangkan hingga saat ini belum ada satupun pelaku usaha di daerah Tanjungpinang yang mengajukan permohonan pinjaman. Padahal pihaknya sudah dua kali melakukan sosialisasi dengan melibatkan tim assesmen. Kemas pun mengajak peserta untuk merespon kesempatan ini dengan segera mengirimkan proposal ke LPDB.

“Kita gak ada gunakan bikin acara, saya datang untuk berikan modal ini, saya maunya kerja nyatanya usulkan ke LPDB. Kemarin sudah datang full tim bimbing bapak ibu. Saya tunggu proposal, tidak ada asalan tidak usulkan ke kami,” katanya.

Sekda Tanjungpinang Riono mengatakan pemerintah daerah sangat konsen untuk membangun UMKM. Dinas setempat setiap tahun membangun 10 UMKM dengan bantuan modal Rp 20 juta per kelompok.

Perhatian terhadap UMKM tidak lain karena sektor ini berkontribusi terhadap pengembangan iklim usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta turut membantu pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan, dan kesenjangan sosial.

“Melalui UMKM ini upaya pemerintah untuk berantas kemisminan. Kalau UMKM tumbuh berkembang dapat meningkatkan pekerjaan, dengan begitu dapat upah dan kesejahteraan akan meningkat,” pungkas Riono.

Hanya saja, ia menilai pertumbuhan UMKM di wilayahnya lamban, hal ini karena terbentur persoalan modal. Karena itu, Riono menyambut baik adanya kegiatan sosialisasi pinjaman dana bergulir dari LPDB ini. Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan solusi untuk mengatasi permodalan bagi UMKM.

“Diharapkan nanti bisa melahirkan UMKM handal yang bisa bersaing di pasar bukan hanya lokal tetapi juga global. Itu yang diharapkan dari kami,” tutup dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.