Sabtu, 21 Mei 22

Saafroedin Tertarik Peralihan Kekuasaan Negara AS dan Australia

Saafroedin Tertarik Peralihan Kekuasaan Negara AS dan Australia
* Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Saafroedin Bahar.
Jakarta, Obsessionnews.com – Indonesia belum siap membangun peralihan kekuasaan pemerintahan. Terlihat dengan adanya reshuffle kabinet berkali-kali sejak era kepemimpinan  Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
 
Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Saafroedin Bahar memandang negara Amerika Serikat (AS) lebih matang secara pemerintahan dibanding Indonesia.
 
“Secara pribadi saya tertarik pada tata cara peralihan kekuasaan pemerintahan yang mulus di negara lain,” ujar Saafroedin dalam laman facebook, Selasa (15/11/2016).
 
Saafroedin yang pernah menjabat Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara Bidang Politik ini mencontohkan, AS memiliki jeda waktu antara pemilihan presiden (pilpres) pada bulan November dengan terpilihnya Donald Trump.
Namun pengambilan sumpah Trump sebagai presiden dilangsungkan pada bulan Januari tahun 2017 mendatang.
 
“Setelah itu presiden berhak mengisi 4.000 jabatan dengan orang- orangnya,” lanjut Saafroedin.
 
Sementara itu Australia memutuskan partai oposisi memiliki hak membuat sebuah kabinet bayangan (shadow cabinet), sehingga kalau partai tersebut menang, mereka sudah siap dengan menteri yang berpengalaman.
 
“Bagaimana di tanah air kita tercinta ini? Silakan diamati sendiri,” pungkas pria yang pernah mengenyam pendidikan di Universitas Oxford, Inggris, ini. (Popi Rahim)
 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.