Sabtu, 4 Juli 20

RUU Terorisme Kembali Dipertanyakan

RUU Terorisme Kembali Dipertanyakan
* pengamat intelijen Wawan Purwanto. (Foto: Republika)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kasus bom panci di Bandung menjadi peringatan keras bagi pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan akan bahaya teroris di Indonesia. Salah satu caranya dengan menyempurnakan kewenangan aparat dalam Rancangan Undang-undang (RUU) tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

“UU terorisme itu harus segera direvisi. Sejumlah kewenangan yang akan ditambah ini segera diketok palu saja sehingga kewenangan cukup untuk mencegah langkah mereka baik sebelum maupun sesudah,” kata pengamat intelijen Wawan Purwanto di Jakarta, Senin (27/2/2017).

Pemerintah telah berinisiatif mengajukan revisi terhadap UU tentang pemberantasan tindak pidana terorisme setelah muncul kasus bom di tanah air pada tahun 2016. Namun hingga kini RUU tersebut belum dapat disahkan oleh DPR dengan berbagai alasan yang dikemukakan.

Dengan adanya peristiwa bom panci di Bandung ini, menurut Wawan harus menjadi momentum yang pas bagi DPR dan pemerintah untuk segera menuntutaskan RUU tersebut. Sebab di dalamnya terdapat usulan penguatan kewenangan aparat dalam melakukan tugas pemberantasan tindak pidana terorisme.

“Kalau yang ada ini belum diketok palu sehingga kewenangan terbatas, mereka takut karena takut pelanggaran HAM, karena banyak kewenangan mereka dipangkas. Nah ini menjadi unsur penting untuk melakukan itu,” tandasnya.

Wawan mengatakan bom panci harus diwaspadai mengingat bermotif ingin membebaskan para narapidana kasus teroris dari penjara. Apalagi kata dia, pimpinan Jamaah Anshorut Daulah Khilafah Nusantara(JADKN), Bahrun Naim (BN) sudah memerintahkan kepada seluruh anak buahnya untuk melakukan pengeboman di negara masing-masing.

“Kalau ancaman akan terus ada, karena perintah dari Syuriah, Bahrun Naim untuk menyerang di negara masing-masing, sehingga mereka mulai bergerak. Begitu juga orang lain dari berbagai negara untuk menyerang, tinggal tunggu momentum,” ungkap Wawan.

Benda mirip panci meledak di Taman Pandawa Bandung, depan Kantor Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Senin pagi. Usai ledakan pembawa peledak langsung berlari ke arah Kantor Kelurahan Arjuna.

Petugas Brimob Polda Jawa Barat kemudian melumpuhkan pelaku dengan sejumlah tembakan, setelah negosiasi gagal. Pelaku tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Saat ini jenazah pelaku sedang menjalani otopsi di ruang jenazah RS Bhayangkara Bandung.

Diketahui Identitas pelaku berinisial YC, merupakan warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dalam foto berupa salinan KTP yang tersebar ini tercantum nama pelaku yaitu Yayat Cahdiyat yang berdomisili di Kabupaten Bandung. Alamatnya di Kampung Cukanggenteng, RT 3 RW 1, Desa Cukanggenteng, Kecamatan Pasirjambu.

YC kelahiran Purwakarta 24-06-1975. Dalam salinan KTP itu tertulis pelaku bekerja sebagai pedagang. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.