Kamis, 20 Januari 22

Rusus Tolikora, Peran Intelijen & Menkopolhukam Masih Kurang

Rusus Tolikora, Peran Intelijen & Menkopolhukam Masih Kurang

Jakarta, Obsessionnews – Juru bicara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menyangkan insiden terjadinya kerusuhan di Kabupaten Tolikora Papua, antara umat Muslim dengan umat Kristiani.

Menurutnya, kejadian itu bisa jadi disebabkan karena kurangnya peran intelijen dan Kementerian Politik Hukum dan HAM dalam memberikan informasi tentang daerah-daerah yang memiliki potensi tinggi terhadap kerusuhan, sehingga tidak bisa diantisipasi.

“Tentu musti dilihat lebih dulu, apakah personal intelejen & aparat keamanan di lapangan telah sering memberikan laporan tentang keadaan kehidupan beragama yang tidak normal di Tolikara,” ujar Arsul kepada Obsessionnews, Selasa (21/7/2015).

Pasalnya, kata dia, dominasi suatu agama atau suku, sering kali bisa mengancam kehidupan masyarakatnya. Terlebih bila di daerah tersebut sejak dulu terkenal dengan daerah yang rawan konflik, terutama menyangkut persoalan suku ras dan agama.

“Kejadian di Tolikora, Papua menunjukkan bahwa di banyak daerah persoalan kerukunan umat beragama & toleransi masih menyisakan masalah,” terangnya.

Untuk itu, anggota Komisi III DPR ini meminta kepada pemerintah untuk segera memetakan wilayah dengan potensi konflik yang tinggi. ‎”Selain itu, perlu ada sikap tanggap begitu ada isu muncul. Sehingga setiap potensi masalah SARA muncul langsung bisa dihandle,” jelasnya.

Sebelumnya, pada saat umat Muslim menggelar shalat Idul Fitri Jumat (17/7/2015). Tiba-tiba sekelompok jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) mendatangi Mushala Baitul Mustaqin di Tolikara. Mereka kemudian membakar Mushala.

Kejadian diduga disebabkan, karena kelompok GIDI kesel dengan umat Muslim lantaran pengeras suara yang digunakan dalam shalat Idul Fitri itu mengganggu acara yang juga tengah digelar umat GIDI. Menurut Ketua Persekutuan Gereja dan Lembaga Injil di Indonesia (PGLII) Roni Mandang, kedatangan umat GIDI ke umat Islam dengan cara baik-baik.

Namun, tembakan aparat ke arah umat GIDI membuat situasi menjadi kacau. Situasi semakin kacau begitu diketahui satu orang meninggal dunia akibat rentetan tembakan itu. Akibatnya, warga kemudian membakar kios di sekitar lokasi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.