Rabu, 8 Februari 23

Rupiah Tembus 14.000 Per Dollar AS Indonesia Kembali ke Orde Baru

Rupiah Tembus 14.000 Per Dollar AS Indonesia Kembali ke Orde Baru

Jakarta, Obsessionnews – ‎Melemahnya rupiah yang sudah mencapai Rp 14.000 per dollar AS, telah membuka babak baru dalam sejarah Indonesia sejak 17 tahun terakhir. Dimana kondisi ini pernah terjadi pada tahun 1997-1998 dan membawa Indonesia kepada masa kelam.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Didik Mukriyanto meminta kepada pemerintah untuk tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut. Sebab, peristiwa 1998 telah membuktikan Indonesia mengalami krisis moneter yang berakibat pada runtuhnya pemerintahan Orde Baru.
“Pelemahan rupiah ini harus menjadi perhatian yang sangat serius dari pemerintah. Tentu kita tidak akan lupa pada kejadian tahun 1997-1998, melemahnya rupiah ke level Rp. 14.000/$US sempat membuat kolaps perusahaan di Indonesia dan memporakporandakan perekonomian kita” ujar Didik, di DPR Senin (24/8/2015).

Menurut Didik, ‎penanganan rupiah tidak bisa dilakukan dengan melempar wacana-wacana yang tidak perlu dan bahkan pernyataan-pernyataan yang bisa membingungkan pasar. Pasalnya, melemahnya rupiah juga bisa disebabkan karena faktor dari luar.

Misalnya kata Didik, dengan adanya kebijakan beberapa negara seperti Amerika, Tiongkok dan beberapa negara lainnya. Namun, pemerintah harus segera melakukan langkah konkrit utk bisa memproteksi diri terhadap pelemahan ini.

“Trend rupiah yang sepertinya kedepan terus melemah sudah barang tentu akan menggerus perekonomian Indonesia yang berimbas langsung kepada semakin lemahnya daya tahan masyarakat kita dalam menghadapi hidup. Kenaikan kebutuhan bahan pokok tidak bisa terhindarkan, sehingga menurunkan daya jangkau dan daya beli rakyat, yang bisa berakibat serius” jelasnya.

Selanjutnya Didik juga mengingatkan bahwa pelemahanan rupiah ini juga akan berpengaruh dan memicu terhadap kerawanan permasalahan sosial di masyarakat sebagai akibat sulitnya masyarakat untuk mengakses pekerjaan dan kebutuhan hidup.

“Pemerintah harus waspada sejak dini terhadap trend pelemahan rupaih ini, mengingat bahwa bulan oktober 2015 ini utang luar negeri kita juga akan jatuh tempo,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.