Minggu, 24 Oktober 21

Runtuhnya Rekor Dunia Real Madrid

Runtuhnya Rekor Dunia Real Madrid

Madrid – Lebih dari delapan tahun tak terkalahkan di Santiago Bernabeu, rekor kandang El Real akhirnya runtuh di kaki rival sekotanya sendiri.

Seperti dilansir goal.com, tepat setengah abad silam, rekor fenomenal Real Madrid yang tidak terkalahkan di kandang sendiri selama lebih dari delapan tahun akhirnya kandas juga.

Ini menyakitkan bagi Los Merengues lantaran yang menyudahi streak mereka tak lain adalah tim rival sekota, Atletico Madrid, yang mencuri keunggulan minimalis 1-0.

Menariknya, tinta emas yang diukir Madrid di Santiago Bernabeu juga dimulai setelah mereka dipaksa tunduk oleh Atleti. Pada 3 Februari 1957, gol-gol Joaquin Peiro dan Miguel Fife dalam rentang tiga menit di babak pertama (28′ dan 31′) menghadirkan kekalahan 2-0 untuk El Real di hadapan publik sendiri.

Si Putih mengamuk setelah itu. Dalam 121 partai selanjutnya di Bernabeu, Madrid bersih dari kekalahan! Torehan mengagumkan itu hingga kini masih bertahan sebagai rekor dunia untuk unbeaten streak terpanjang di sebuah liga domestik.

Usai dibekap Atleti, Madrid sukses mengalahkan Barcelona 1-0, Valencia 2-0, dan Celta Vigo 4-1 untuk menuntaskan kampanye 1956/57 di pucuk klasemen dan merengkuh trofi juara La Liga kelima sepanjang sejarah klub.

REKOR TAK TERKALAHKAN TERLAMA DI KANDANG
121  Real Madrid (Spanyol) 1957-1965
112  Steaua Bucuresti (Rumania) 1989-1996
96    Red Star Belgrade (Serbia) 1998-2004
93    PSV Eindhoven (Belanda) 1983-89
92    FC Nantes (Prancis) 1976-1981
91    Cobreloa (Cili) 1979-1985

Superioritas El Real di kandang terus berlanjut hingga melewati tujuh musim penuh, dan terasa semakin dahsyat bila menilik fakta bahwa mereka hanya tertahan imbang sembilan kali, oleh delapan tim berbeda. Satu-satunya klub yang mampu membawa pulang dua hasil seri dari Bernabeu dalam periode itu adalah Sevilla, dengan skor identik 1-1 pada 2 Oktober 1960 dan 12 April 1964.

Kokohnya Bernabeu sebagai benteng angker bagi tim tamu membantu Madrid mendulang tambahan lima titel liga, dengan kemenangan terbesar dalam jangka waktu tersebut dibukukan melawan Las Pasmas dengan kedudukan 10-1 pada 4 Januari 1959 serta Elche, lewat skor 11-2 pada 7 Februari 1960.

Adapun sukses Atleti mengandaskan rekor berkat sumbangan gol tunggal Jorge Mendonca pada seperempat jam akhir tidak cukup untuk menggagalkan Madrid mencaplok status el campeon ke-11 sepanjang sejarah.

Madrid tetap finis pertama pada klasemen akhir La Liga 1964/65, namun setidaknya Atleti juga tidak menuntaskan musim tanpa gelar. Los Rojiblancos mengklaim trofi Copa del Rey setelah mengalahkan Real Zaragoza 1-0 di final. (goal.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.