Sabtu, 18 September 21

Rumah Warga Rusak Dihantam Ombak, Tak Ada Pengaman Pantai

Rumah Warga Rusak Dihantam Ombak, Tak Ada Pengaman Pantai

Padang Pariaman, Obsessionnews – Masyarakat Pasir Baru Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) meminta kepada pemerintah supaya membangun pengendalian banjir untuk mengantisipasi kerusakan rumah warga apabila gelombang pasang terjadi.

Ketua Mesjid Raya Pasir Baru Kecamatan Sungai Limau, Zuardin mengatakan, rumah mereka yang berada di bibir pantai sering dihantam ombak hingga rusak.

Daerah kami juga dilalui oleh dua sungai yaitu batang Naras dan batang Sungai Sirah, kedua sungai ini ketika banjir meluap dapat merusak tanaman, dan rumah masyarakat, kami atas nama masyarakat bermohon pula dapat dibuatkan pengendalian banjir sedangkan didaerah bibir pantai pemasangan batu grib atau pengaman pantai,” kata Zuardin dihadapan Ketua Tim Safari Ramadhan Provinsi Sumatera Barat, Ali Asmar saat berkunjung ke mesjid itu Senin (6/7) malam.

Senada dengan itu, Camat Sungai Limau, Rahman juga mengutarakan apa yang menjadi keluhan masyarakat Pasir Baru selama ini, seperti pengamanan pantai, pembuatan shelter yang bisa menampung 500 orang. Selain itu, akses jalan evakuasi tsunami untuk mencapai daerah ketinggian.

“Untuk mencapai daerah ketinggian 10 meter saja, menempuh jarak 8 kilometer, itu pun dengan jalan yang sempit. Seandainya terjadi tsunami, dengan kondisi jalan seadanya, masyarakat kami akan terjebak dengan ancaman bahaya tsunami,” ujar Rahman.

ombak2

Menangapi permintaan masyarakat, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Ali Asmar berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada gubernur.

Dia sendiri merupakan putra asli daerah itu tentu tahu sekali georafis kecamatan Sungai Limau lebih khusus lagi Pasir Baru Kecamatan Sungai Limau.

“Pengamanan pantai batu grib pemecah ombak, shelter dan jalur evakuasi, dam dua aliran sungai yaitu batang naras dan batang Sungai Sirah, memang itu menjadi dambaan masyarakat, sehingga tidak lagi menjadi ancaman,” kata Ali Asmar.

Lebih lanjut, Ali Asmar mengatakan dari semua usulan yang disampaikan warga, dapat menjadi perhatian semua pihak, baik dari pemerintah kabupaten, maupun provinsi sendiri bersama DPRD.

Pada kesempatan itu Ali Asmar memberikan bantuan untuk pembangunan mesjid sebesar Rp20 Juta, ditambah 25 Al-Qur’an dan 15 Alquran Tafsir. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.