Jumat, 21 Juni 24

Rumah Dirobohkan, Nelayan Protes

Rumah Dirobohkan, Nelayan Protes

Padang, Obsessionnews – Anwar tak sanggup menahan air matanya ketika alat berat merobohkan tempat tinggalnya yang terletak di Jalan Samudera, kawasan Pantai Padang, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (4/3).

“Siapa yang tidak sedih, Pak? Rumah ini adalah satu-satunya tempat tinggal saya bersama isteri. Saya hidup dan tinggal di sini sejak orangtua saya. Kini tempat tinggal itu dirobohkan petugas,” kata laki-laki yang hidup sebagai nelayan itu.

Amran masih berfikir di mana akan tinggal berikut harta bendanya dititipkan. Ia memprotes kebijakan Pemerintah Kota Padang yang merobohkan bangunan miliknya. Menurutnya, ganti rugi bangunan yang telah dibayar pemerintah tidak cukup, sebab ia sudah menguasai tanah itu sejak lama. Orangtuanya sudah lama tinggal di situ. Ayah tiga anak ini memilki bukti otentik kepemilikan tanah berupa ranji dari keluarga.

Selama ini, untuk menopang kehidupan keluarga, selain melaut Anwar membuka warung kecil-kecilan di rumahnya.

“Saat hasil tangkapan ikan sedikit, kebutuhan untuk sehari-hari dari hasil jualan itu,” katanya sambil menghela nafas.

Petugas gabungan dari Dinas Pekerjaan Umm (PU) Kota Padang, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Padang dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang, dibantu TNI/Polri, Rabu, (4/3) melakukan pembersihan bangunan di sepanjang Jalan Samudera kawasan Pantai Padang.

Kepala Bagian Pertanahan BPN Kota Padang, Amasrul, mengatakan, bangunan yang dibersihkan adalah bangunan yang berdiri di sepanjang Simpang Hangtuah sampai Simpang Ololadang atau sekitar 1 kilometer. Berdasarkan catatan BPN Kota Padang, bangunan yang berdiri disepanjang itu sebanyak 130 unit.

“Yang punya hak atas tanah ini hanya 45 orang, dan delapan orang diantaranya sudah memiliki sertifikat,” kata Amasrul.

Dia menambahkan, pemerintah memberikan ganti rugi berupa bangunan dan tanah yang telah memiliki sertifikat. Berdasarkan ketentuan itu, tim apraisal baru memberikan uang ganti rugi bagi bersangkutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Pemukiman Provinsi Sumbar, Suprapto, mengatakan kepada obsessionnews.com, sepanjang jalan Samudra kawasan Pantai Padang akan dibangun jalur dua. Pekerjaan fisik pembangunan jalur dua kawasan itu akan dikerjakan dalam tahun ini. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.