Rabu, 12 Agustus 20

Rukanah Masuk Islam Setelah Bergulat dengan Rasulullah

Rukanah Masuk Islam Setelah Bergulat dengan Rasulullah
* Ilustrasi gulat tempo dulu.

Jakarta, Obsessionnews.com – Salah satu olahraga kuno peradaban manusia ialah gulat. Gulat yang semula menjadi praktik kuno dalam masyarakat Mesir, kemudian menjadi terpola dan sistematis. Banyak peraturan yang terus diperbaiki. Olahraga ini kemudian trus mengalami perkembangan dan semakin sering dijumpai pada masa kejayaan Yunani dan Romawi.

Bangsa Jahiliyah mempraktikan gulat sebagai latihan persiapan perang. Jika ingin dianggap sebagai tentara yang hebat, maka seseorang harus cakap dalam oahraga gulat ini. Pada bangsa Jahiliyah ini juga sering dipraktikan gulat guna membuka suatu acara pembukaan.

Olahraga ini juga cukup populer di masa-masa Islam. Masa saat Rasulullah Saw. masih hidup dan berinteraksi dengan masyarakat Arab kala itu. Di masa Rasulullah Saw. ada seorang pegulat yang dikenal sebagai juara. Ia sangat sulit ditaklukkan, tidak ada seorang pun yang berhasil menempelkan perutnya ke tanah saat bergulat. Namanya adalah Rukanah.

Rukanah bin Abdul Yazid bin Hisyam bin Abdul Muthalib bin Abdu Manaf Al-Muthallibi adalah seorang pemimpin Arab yang terkenal dengan kekuatannya. Walaupun badannya kekar dan besar, Rukanah tetap lincah dalam berkuda.

Rukanah adalah seorang laki-laki kuat. Ia masih dalam kemusyrikan di awal-awal datangnya risalah kenabian Muhammad Saw. Ia begitu tenar sebagai seorang pegulat hebat. Tidak ada seorang pun yang mampu menguncinya hingga tergeletak di tanah. Postur tubuh dan perawakannya yang besar tampak begitu kentara. Terlihat mencolok dibanding orang-orang di sekelilingnya.

Ototnya yang kekar tidak menghalangi Rasulullah Saw. untuk membuka hatinya tentang kebenaran Islam. Dan di antara variasi dakwah Rasulullah Saw. adalah beliau menempuh pendekatan dalam bidang olahraga. Beliau Rasulullah berduel gulat dengan Rukanah.

Rasulullah dan Rukanah Bergulat

Ibnul Atsir mengatakan, “Rukanah adalah seseorang yang pernah duel gulat dengan Rasulullah Saw . Beliau mengalahkannya 2 atau 3 kali. Padahal ia termasuk laki-laki Quraisy yang paling kuat. Hidayah Islam baru ia sambut ketika menaklukkan Kota Mekah. Ia wafat di masa kekhalifahan Utsman. Ada juga yg mengatakan ia wafat pada tahun 42H. Di masa kekhalifahan Muawiyah radhiallahu ‘anhu.” (al-Isti’ab oleh Ibnu Abdil Bar hal: 801 dan Asadul Ghabah oleh Ibnul Atsir, hal: 1708).

Selain itu, Ibnu Ishaq mengatakan, “Abu Ishaq bin Yasar berkata kepadaku: Rukanah bin Abdu Yazid bin Hisyam bin Abdul Muthallib bin Abdu Manaf adalah orang Quraisy yang paling kuat. Suatu hari ia bersama Rasulullah di suatu kampung Mekkah (sebelum hijrah).

Rasulullah Saw berkata kepadanya: “Wahai Rukanah, tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dan menerima dakwahku?”

Rukanah menjawab: “Seandainya aku mengetahui apa yang engkau serukan itu adalah kebenaran, pasti aku akan mengikutimu.”

Rasulullah menimpali: “Bagaimana kiranya kukalahkan engkau dalam gulat. Apakah engkau akan meyakini kebenaran perkataanku?”

Rukanah menjawab: “Iya.”

Rasulullah berseru: “Ayo berdiri. Akan kukalahkan engkau.”

“Rukanah pun menyambut tantangan itu. Keduanya pun duel gulat. Rasulullah menyergapnya dan berhasil menjatuhkannya. Rukanah pun tak berdaya.”

Penasaran dengan kekalahannya, Rukanah berkata: “Kita ulangi wahai Muhammad”. Keduanya pun kembali bergulat.

Rukanah kembali berkata: “Wahai Muhammad, luar biasa, kau berhasil mengalahkanku!”

Rasulullah Saw bersabda: “Yang lebih luar biasa dari ini pun akan kutunjukkan jika engkau mau. Jika engkau bertakwa kepada Allah dan mentaatiku”.

“Apa itu?” Tanya Rukanah.

Nabi Saw menjawab: “Akan kupanggil pohon yang engkau lihat itu. Dan dia akan datang kepadaku”.

“Panggillah”, tantang Rukanah.

Pohon itu pun datang hingga ke hadapan Rasulullah. Kemudian Rasulullah Saw. berkata kepada pohon itu: “Kembalilah ke tempatmu”. Pohon itu pun kembali ke tempatnya semula.

Rukanah pun pergi menuju kaumnya. Ia berkata, “Wahai anak-anak Abdu Manaf, mereka telah menyihir masyarakat. Demi Allah, aku tidak pernah melihat penyihir yang lebih sakti darinya”. Kemudian Rukanah mengabarkan apa yang ia lihat.” (Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, tahqiq al-Halabi, 1: 390-391).

Anak Rukanah Bergulat dengan Nabi Saw

Selain bergulat dengan Rukanah, Nabi Saw. pun pernah berduel dengan orang-orang selain Rukanah. Di antaranya adalah anak dari Rukanah. Namanya Yazid bin Rukanah. Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengisahkan, “Yazid bin Rukanah datang menemui Nabi dengan membawa 300 ekor domba. Ia berkata, “Wahai Muhammad, apakah engkau mau duel gulat denganku?”

Nabi Saw menjawab, “Apa hadiahnya jika aku mengalahkanmu?”

“100 domba ini”, jawabnya. Keduanya pun bergulat. Dan Nabi Saw yang menang.

Yazid kembali menantang Rasulullah. Ia berkata, “Maukah engkau adu gulat (sekali) lagi?’

Nabi menjawab, “Apa imbalannya?”

Yazid menjawab, “100 domba lainnya”. Keduanya pun bergulat. Lagi-lagi Nabi Saw. mengalahkannya. Disebutkan bahwasanya keduanya bergulat sampai 3 kali.

Yazid berkata, “Wahai Muhammad, sebelumnya tidak ada yang mampu membuat perutku menempel dengan tanah kecuali dirimu. Dan tidak ada yang paling aku benci pula selain dirimu. Namun sekarang aku bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah Swt. dan engkau adalah utusan Allah Swt.”. Kemudian Rasulullah Saw. mengembalikan semua dombanya.” (Bal/Berbagai Sumber)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.