Sabtu, 25 Januari 20

Ruhut Memang Sudah Dipecat Demokrat

Ruhut Memang Sudah Dipecat Demokrat
* Poto Ruhut Sitompul tampil memakai seragam khas PDIP, berdampingan dengan politikus PDIP Junimart Girsang.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ruhut Sitompul menegaskan, posisinya masih sebagai kader Partai Demokrat. Hal itu dikatakan Ruhut menanggapi beredarnya foto dirinya yang mengenakan seragam PDIP. Ruhut mengaku siap menerima sanksi pemecatan bila perbuatannya dianggap melanggar aturan partai. 

“Ya sampai sekarang masih di Demokrat. Tapi nggak tahu karena ramai-ramai ini mereka pecat, ya aku kan orangnya mengalir saja,” kata Ruhut, Senin (30/4/2018).

Ruhut menyebut ia tampil mengenakan seragam PDIP karena diminta membantu kampanye pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus di Sumatera Utara. Niatnya membantu karena Ruhut dekat dengan keluarga Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Aku kebetulan sudah lama binaan, dididik oleh Pak Taufiq Kiemas (almarhum). Hubungan aku juga sangat baik dengan Ibu Megawati ya. Itu saja. Kalau diajak (kampanye Djarot-Sihar), aku bantu dong, keluarga PNI, aku keluarga Marhaem, pasti bantu,” tegas Ruhut.

Sebelumnya beredar foto Ruhut tampil memakai seragam khas partai berlambang banteng moncong putih itu, berdampingan dengan politikus PDIP Junimart Girsang. Ia membantu kampanye pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Sumut 2018 Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno membantah Ruhut telah bergabung dengan PDIP. Supratikno menyatakan sampai rapat terakhir DPP PDIP, tak ada pembahasan soal bergabungnya Ruhut ke partai. Menurutnya ada proses seseorang sebelum mendapat kartu tanda anggota (KTA) PDIP. Pertama-tama, Ruhut harus mendaftar dulu.

“Belum. Belum ada, sampai rapat hari Kamis tidak ada informasi atau tidak ada pembicaraan soal itu. Tapi bahwa semua tokoh masyarakat dilibatkan dalam kampanye-kampanye pilkada, ya itu betul,” imbuh dia.

Hal yang sama juga dikemukakan Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan PDIP Eva Kusuma Sundari. Ia menegaskan berseragam PDIP Ruhut hanya mengampanyekan pasangan Djarot-Sihar. Eva mengatakan Ruhut merupakan juru kampanye pasangan itu.

“Kayaknya dia jurkam untuk Djarot-Sihar di Sumut terus dipakaikan merah. Soal KTA aku nggak tahu,” tutur Eva.

Eva tak heran andai Ruhut memang merapat ke PDIP. Bagi Eva, tahun politik berpengaruh kepada kemungkinan itu. “Menjelang pencalegan banyak orang merapat, tapi aku nggak tahu, yang urus KTA (orang) baru,” ucap Eva.

Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan mengaku Ruhut sudah tidak lagi menjadi bagian dari Partai Demokrat, sehingga kalau Ruhut mengenakan seragam partai lain, Demokrat menganggap sebagai hal yang wajar sekaligus tak relevan bila dipermasalahkan. 

“Ya kalau dia mau ngaku kader terus dia pergi ya silakan saja, nggak masalah,” tegasnya.

Hal senada juga dikemukakan Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean. Ferdinand menegaskan kalau Ruhut sudah diberhentikan penuh dari PD sejak dulu. Alasan pemecatan karena sikap Ruhut seringkali berseberangan dengan kebijakan partai.

“Momennya saat pilkada (Pilkada DKI 2017) kemarin. Beliau mendukung Ahok, sementara Demokrat mengusung kadernya sendiri. Bahkan dari DPR pun kan sudah di-PAW,” ujar Ferdinand. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.