Rabu, 25 Mei 22

Roslina Situmeang, Bekerja Dengan Bahagia

Roslina Situmeang, Bekerja Dengan Bahagia
* Roslina Situmeang. Foto: Fikar Azmy

Berkarier di industri yang berbeda-beda membuat perempuan bernama lengkap Roslina Situmeang ini selalu bersemangat dalam bekerja. Pekerjaan di berbagai perusahaan sudah dijalaninya, mulai dari public relations agency Ogilvy & Mather maupun Time International, yaitu agen jam tangan mewah di Indonesia seperti Cartier, Piaget, Rolex, dan lainnya. Selain itu, dia juga pernah berkarier menangani brand Bang & Olufsen, Paris Hilton, dan perhiasan Bvlgary. Sampai kini tak terasa dia sudah lebih dari tiga tahun bergabung di PT Orindo Alam Ayu, sebagai brand and communication director, produk kosmetik natural asal Swedia, Oriflame.

Tak terasa hampir 30 tahun sudah keberadaan Oriflame di Tanah Air. Berangkat dari nol di tahun 1986, hingga sekarang ini berhasil menjadi perusahaan kosmetik direct selling nomor satu di Indonesia–berdasarkan berbagai macam survei. Lalu, dari sisi penjualan dan dilihat dari pasar global, Indonesia mendapat tempat nomor dua di dunia setelah Rusia. Paling banyak cabangnya adalah di Jakarta ada 14, sementara lainya tersebar di Medan, Pekanbaru, Makasar, Manado, Bali, dan sebagainya.

“Di Bali sendiri pertumbuhannya luar biasa, apalagi di sana dalam berdandan bisa all out dengan pakaian yang lebih bebas. Memang sudah tradisi orang Indonesia senang berdandan. Baik saat ke kantor, berpakaian batik, kebaya, dan busana daerah lainnya. Nuansa warnanya pun cenderung berani, sehingga bisa bereksplorasi dengan makeup yang lebih maksimal,” lanjutnya seraya tersenyum. Sementara, culture-nya orang Eropa, dandanan mereka lebih sederhana dan simple. Gaya rambutnya juga tidak macam-macam, malah kadang dikuncir biasa saja. Lalu, variasi lipstiknya cenderung tidak berganti-ganti. Karakternya memang berbeda dengan perempuan Asia yang hobi ber-makeup dan berganti-ganti style rambut.

Dia berpendapat, “Sementara, dalam dari situasi krisis sekarang ini, dampak yang terjadi adalah para konsultan kami lebih menahan pembelian. Tapi, tidak terlalu signifikan, karena harga produk kami tidak terlalu kompetitif, yaitu dari Rp35.000 sampai yang paling mahal Rp600.000. Market-nya di Indonesia memang sedang sangat berkembang dan membesar, khususnya untuk kalangan menengah ke atas. Merekalah yang memiliki buying power dan pasar ini yang sedang kita garap.” Menurutnya, mereka juga sudah senang dengan social media dan kita sendiri kuat di facebook maupun instagram, karena perusahaan memang men-support promosi di sini. Apalagi, konsultan Oriflame sebagian besar sudah dekat dengan dunia online. Itulah sebabnya, penetrasi pasar ke seluruh Indonesia, sampai ke pulau-pulau kecil di kawasan Indonesia Timur bisa terjangkau, berkat kekuatan online. Sampai akhirnya dari sisi sales bisa meraih rangking satu di Indonesia dan nomor dua di dunia.

“Keberhasilan kami didukung oleh orang Indonesia memiliki sifat kekeluargaan, tak heran jumlah teman di facebook bisa mencapai angka sampai 1000 atau bahkan 2000. Sementara, di Amerika bisa mencapai 500 saja, itu sudah banyak sekali. Sementara pertemanan hingga 100 orang untuk orang Swedia sudah masuk dalam kategori banyak,” lanjutnya. Perusahaan yang berpusat di Swedia sejak 1967 ini sekarang mulai melirik potensi Asia. Dengan Swedish nature product-nya, budaya yang dibawa bersifat glocal, artinya produk boleh global, namun disesuaikan dengan market masing-masing. Oriflame pun tak perlu takut, kalau produknya tidak diterima oleh jenis kulit Asia. Secara garis besar produk yang disebar dalam skala global 80% bisa dibilang sama, tapi tentu saja untuk negara Eropa kategori skincare-nya tidak diarahkan ke brightening atau whitening yang lebih cocok untuk pasar Asia. Namun, kawasan tersebut lebih ditonjolkan ke produk tanning.

Berprinsip hidup pantas mendapatkan kebahagiaan diri sendiri, Ina berusaha dalam bekerja maupun kehidupan di luar pekerjaan, dia tak mau terseret dalam suasana stres yang mendalam. Dia berkata, “Paling penting kita sudah berusaha sungguh-sungguh dan menjalankan yang terbaik dan tak lupa berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Nanti kalau stres terus cepat tua, ya. Hidup harus dinikmati dan try to find our happiness.”

Dengan tanggung jawab kerja yang besar dan menyita waktu maupun pikiran, Ina berusaha untuk menyeimbangkannya dengan kegiatan yang disukainya saat akhir pekan atau long holiday. “Saya suka sekali diving dan sudah 22 tahun melakukan kegiatan ini bersama suami. Kebetulan dia adalah seorang diving instructor, jadi kemana pun dia pergi saya bisa ikut. Dari sejak di Kepulauan Seribu masih bisa melihat ikan hiu dan bersih, kami sudah tergila-gila menyelam. Sampai ke Bunaken, Wakatobi, Alor, Raja Ampat, dan lainnya kami eksplorasi,” ujarnya dengan antusias.

Selain itu, Ina juga senang lari pagi dan terbiasa melakukannya setiap hari di jam lima pagi selama satu jam. Saat ayam berkokok dan anjing mengonggong itulah tanda alarm dia harus segera berlari. Waktu tidur selama enam sampai maksimal tujuh jam sudah cukup baginya. Dia berpendapat, “Saya tidak percaya segala sesuatu yang instan. Agar kita tetap sehat, cantik, dan bisa sesekali makan enak di usia tidak lagi muda adalah dengan berolahraga. Efeknya juga dapat membuat pikiran menjadi positif. Saat kita stres akibat beban kerja dan lainnya, tubuh jadi mempunyai semacam penangkalnya.” Lalu, minum air putih delapan gelas per hari, mengonsumsi buah maupun sayuran sangat dianjurkannya. Meskipun sepertinya sepele, air sangat berguna bagi tubuh, demikian pula buah-buahan dan sayuran. Selain membantu metabolisme tubuh, juga dapat menjaga kelembaban kulit.

Kegiatan lainnya yang merilekskan tubuhnya adalah jalan-jalan ke pasar tradisional. Ina termasuk perempuan yang tidak suka pergi ke supermarket. Baik tengah berada di berbagai daerah di pelosok Indonesia maupun luar negeri, dia selalu menyempatkan diri ke pasar tradisional. “Ini menjadi terapi jitu saya, ketika sedang menenangkan pikiran. Apalagi, saya kebetulan senang sekali memasak. Biarpun ada pembantu, kegiatan yang satu ini selalu saya lakukan sebagai tanda cinta kepada keluarga,” tambahnya.

Kehidupan seharusnya bisa kita nikmati, itulah yang menjadi prinsip hidup Ina ke depannya. Go with the flow. Jalani sebaik-baiknya dan raihlah kebahagiaan sebanyak yang bisa kita dapatkan, membuatnya tetap bersemangat dan bergairah menjalani kehidupan ini.  (Elly Simanjuntak/Women’s Obsession)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.