Kamis, 9 Februari 23

Romy: Legalitas di Tubuh PPP Harus Diakhiri

Romy: Legalitas di Tubuh PPP Harus Diakhiri

Padang, Obsessionnews – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VII yang dihadiri Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat atau DPP PPP Muhammad Romahurmuzy yang akrab disapa Romy.

Romy mengatakan, persoalan legalitas keabsahan PPP yang menjadi kontroversi adalah satu perkara yang tidak pernah dikehendaki dan bukan dibuat-buat. Persoalan yang terjadi di tubuh PPP merupakan kemauan sejarah, karena 42 tahun sejarah partai lahir, perbedaan pendapat selalu terjadi. Bahkan perbedaan terakhir muncul sehingga lahir Muktamar di Surabaya yang secara legal formal keabsahannya diakui.

Ia meyakini partai yang dipimpinnya merupakan kepengurusan yang sah. “Muktamar di Surabaya dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris pengurus Provinsi yang sah dari seluruh Indonesia. Kemudian Menteri Hukum dan HAM melegitimasi dan mengeluarkan SK bagi kepengurusan hasil muktamar Surabaya,” kata Romy saat pembukaan Muswil PPP di Padang, Sumatera Barat, Senin (18/05).

Menurut Romy, PPP sebagai partai Islam harus melihat sejarah kmbali untuk menyelesaikan permasalahan kepengurusan, karena permasalahan serupa pernah terjadi dalam sejarah Islam. Jika PPP meneladani Rasullulah, maka muktamar yang kedua harusnya diakhiri.

“Rasullulah pernah bersabda, apabila ada baiat kepada dua kepemimpinan maka akhirilah yang kedua. Itu juga telah diimplementasikan oleh para khalifah, seharusnya di masa sekarang tetap diikuti,” ungkapnya.

Romy-1

Ia mengatakan, persoalan keabsahan dan legalitas di tubuh partai berlambang ka’bah itu perlu segera diselesaikan, untuk kepentingan partai dalam membangun koalisi dengan partai politik lain dalam menghadapi Pilkada baik di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi.

Diakuinya, saat ini PPP versi Surabaya kalah dari PPP Jakarta di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Akan tetapi kesempatan masih terbuka pada tingkat Pengadilan Tinggi ataupun Mahkamah Agung.

“25 Februari lalu, PPP hasil muktamar Surabaya kalah. Tapi pengadilan kita bertingkat, kita sudah ajukan banding. Kita tunggu peradilan selanjutnya,” sebut Romy.

Di hadapan sekitar 700 peserta Muswil PPP Sumbar yang dihadiri sejumlah seluruh bakal calon Gubenrur Sumatera Barat diantaranya, Irwan Prayitno, Muslim Kasim, Shadiq Pashadiqoe, Baharuddin, Syamsu Rahim, Romy yakin, bahwa PTUN mampu melihat norma menjadi kebenaran, sehingga sebelum Pilkada dimulai, pengadilan bisa memutuskan kepengurusan PPP yang dipimpinnya menjadi yang sah dan berhak ikut Pilkada.

Muswil ke VII PPP Sumbar adalah yang ke 26 di seluruh Indonesia yang digelar oleh DPP PPP. Muswil diadakan merupakan amanah konstitusi yang harus dilaksanakan terhitung enam bulan setelah Muktamar diadakan. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.