Kamis, 21 Oktober 21

Rolls-Royce Motor Cars Pamerkan Keahlian Desain Tekstil dengan Serenity

Rolls-Royce Motor Cars Pamerkan Keahlian Desain Tekstil dengan Serenity

Geneva, Obsessionnews“Ambillah yang terbaik, dan sempurnakanlah.” Demikian kutipan ungkapan yang berhubungan dengan pendiri dari produsen mobil terkemuka di dunia. Direktur Desain Rolls-Royce Motor Cars Giles Taylor telah melakukannya. Dengan pengakuan atas tren personalisasi individu dan perkembangan berikutnya di Tim Pelanggan Bespoke, seorang visioner di bidang otomotif telah melengkapi Tim Desain Bespoke yang pang bergengsi di dunia dengan menambahkan bakat yang luar biasa dari bidang baru.

Dua wanita muda dengan kepandaian luar biasa di bidang desain tekstil, Cherica Haye dan Michelle Lusby, telah bergabung dengan sekumpulan desainer, ahli dan perajin terbaik di dunia otomotif. Mereka bertugas memenuhi kebutuhan para konsumen cerdas Rolls-Royce yang ingin membuat mobil mereka menjadi unik.

Michelle Lusby (kiri) dan Cherica Haye
Michelle Lusby (kiri) dan Cherica Haye

Perpaduan keahlian inilah yang memungkinkan terciptanya mobil yang menunjukkan puncak kemewahan desain dan otomotif, sekaligus menciptakan standar baru dalam seni kendaran.

Serenity, satu-satunya mobil Phantom, adalah sebuah intepretasi modern dari sebuah Taman Jepang yang didesain oleh Haye dan Lusby. Kabin belakang dibuat dengan lukisan dan sulaman tangan berbahan sutera mentah, yang menggambarkan interpretasi sebuah pohon Jepang yang membungkus interior mobil. Didesain khusus bagi penumpang di belakang, pola bunga dan kelopak bertebaran di seluruh mobil yang menonjolkan kemewahan atap kabin.

Haye dan Lusby bergabung dengan Rolls-Royce Motor Cars dari dua sekolah desain tekstil ternama di Inggris.

“Sangat penting bagi kami untuk terhubung dengan para desainer ini saat kreativitasnya berlimpah, serta baru lulus dari universitas dan perguruan tinggi desain. Cherica Haye dan Michelle Lusby mengusung pemahaman yang mendalam soal tekstur dan aplikasi yang berbeda dalam desain. Ketika dikombinasikan dengan keahlian yang dimiliki Tim Bespoke, kami dapat mencapai batas-batas baru dalam desain otomotif. Hal ini memungkinkan kami untuk menggabungkan beragam bahan yang berharga, indah dan alami pada mobil kami,” ungkap Giles Taylor. “Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melihat penggabungan berbagai bentuk seni,” lanjutnya.

Industri sedikit terpisahkan dan terbagi-bagi, batasan-batasan bercampur dengan seni, desain dan budaya kontemporer. Rolls-Royce Motor Cars merangkul industri ini, mengawinkan visi kontemporer dan keterampilan dengan keunggulan dalam bidang desain dan rekayasa.

“Penggabungan industri ini dengan kemewahan sebagai jantungnya, di mana Rolls-Royce Motor Cars adalah pusatnya, memberikan kami kesempatan untuk menawarkan lebih dari sekadar mobil kepada para pelanggan kami. Penerapan praktik dan teknik terbaik dari industri ini telah memungkinkan kami untuk memuaskan kebutuhan pelanggan, serta memposisikan Rolls-Royce Motor Cars pada puncak percampuran keunggulan desain, mode dan rekayasa,” kata Giles Taylor.

Haye dan Lusby bergabung di Departemen Bahan Baku dan Warna. Mereka bertanggung jawab atas desain lukisan eksterior dan warna kulit serta tekstur interior. Mereka juga memilih warna dan garis hiasan yang akan saling melengkapi. Mereka bekerja sama dengan para desainer eksterior dan interior otomotif.

“Desain warna dan bahan adalah benang merah di sepanjang hidup manusia,” ujar Haye. “Yang saya maksudkan tidak hanya kain. Banyak yang kami ambil telah didesain secara khusus untuk menciptakan sebuah suasana atau kesan tertentu, atau untuk membangkitkan sebuah emosi tertentu. Perpaduan bahan juga sama penting seperti desain itu sendiri, elemen-elemen ini saling berpadu.”

Michelle Lusby, Desainer Warna dan Bahan

Michelle Lusby bergabung dengan Bespoke Design Team Rolls-Royce sebagai desainer warna dan bahan sejak April 2014 setelah meraih Gelar Class Honours Degree untuk Interior Textiles & Surface Design dari Universitas Plymouth. Di sini, ia mengeskplorasi rekayasa pada bahan, warna dan cetakan, serta mendapatkan pemahaman tentang sifat penting dari kain dan proses cetak yang berbeda. Sehingga memungkinkannya untuk mengeksplorasi cara yang unik dalam mengaplikasikan tekstur dan bentuk ke sebuah permukaan datar untuk menciptakan sentuhan yang benar-benar unik dan cantik.

Lahir dari sebuah keluarga kreatif, Lusby mengikuti jejak neneknya dan mendapatkan pengalaman kerja di sebuah perusahaan produk kulit mewah di kampung halamannya di Somerset. Hal ini memicu hasratnya pada bidang tekstil dan ketertarikan di desain interior mewah. Neneknya dikenal mampu membuat ilustrasi mode, sebuah keterampilan yang diwariskan ke Lusby yang hingga kini menggunakan lukisan dan sketsa tangan untuk mengilustrasikan beragam ide dan desainnya.

Kreativitas ini terlihat pada Serenity, sebuah Phantom yang dibuat dengan menggunakan sutera mentah berkualitas terbaik, lukisan dan sulaman tangan dengan sebuah pohon berbunga, yang membangkitkan sebuah lingkungan yang tenang. Kain dirancang untuk menghasilkan tekstur interior mobil. Setiap potongannya diaplikasikan secara manual untuk merefleksikan cahaya dan menghidupkan motif.

“Melalui Serenity kami mendorong batasan konsep Bespoke. Kami membawa kemewahan ke tingkat yang baru.  Mobil lebih dari sekadar bentuk transportasi dan telah menjadi sebuah karya seni, memperlihatkan perjuangan yang terus-menerus demi kesempurnaan dan pencarian tak tertandingi akan bahan terbaik untuk mobil terbaik dunia,” kata Lusby.

Cherica Haye, Desainer Warna dan Bahan

Wanita berusia tiga puluh tahun ini meraih gelar Master untuk Textil Design dari Royal College of Art, kemudian Gelar BA Honour untuk Textiles dari Central Saint Martin’s College of Art and Design tahun 2011.

Haye bertanggung jawab untuk melukis motif Serenity dengan tangan di atas gulungan kertas sebelum kemudian merealisasikannya. “Selepas bekerja saya serasa bermimpi, bahwa saya telah melukis dengan tangan hari ini. Hal ini mengingatkan ketika saya di Royal College of Art and Central Saint Martin yang mengatakan, bahwa saya tak mungkin melakukan hal seperti ini ketika memasuki sektor industri. Ini adalah bukti bagi Rolls-Royce Motor Cars bahwa setiap elemen desain dipertimbangkan, tak ada sudut yang terbuang, dan tak ada kompromi,” tuturnya.

Selanjutnya Haye mengatakan, dia merasa puas karena keterampilan kreatifnya sebagai desainer tekstil yang diasah selama bertahun tahun di dua perguruan tinggi seni dan desain terbaik di dunia terbayar sudah. “Ini adalah upah luar biasa untuk sebuah penelitian pada kain, tekstur dan pelapis untuk waktu yang panjang dan tanpa henti,” katanya.

Haye yang hobi bersepeda mengakui pentingnya latihan dalam kesehariannya. “Jika fisik saya bugar, saya mendapatkan energi untuk mendesain lebih baik lagi,” ujarnya.

Sebagai ahli dalam hal warna dan bahan, pasangan desainer ini secara terus-menerus mencari inspirasi. Insipirasi ini jarang muncul dalam bentuk desain otomotif, terkecuali dalam kasus ini, berasal dari catatan sejarah Rolls-Royce. Inspirasi justru sering datang dari art & desain, tren terkini dan kadangkala masyarakat dan budaya.

Untuk Serenity, para wanita memulai penelitian mereka dari kekayaan arsip merek ini. Di awal tahun 1990an, sopir duduk di atas kulit, sebuah bahan alami yang kuat dan cocok untuk menonjolkan berbagai elemen. Berbagai kain mewah yang tetap menjadi pembungkus pilihan untuk kabin belakang. Kini, di saat kulit elastis kualitas terbaik sudah diterima sebagai standar kemewahan berkendara, Rolls-Royce Motor Cars mengenalkan kembali sutera sebagai sebuah pelapis mewah dan super mewah untuk diduduki.

Saat Haye dan Lusby memikirkan suasana yang dialami di kabin belakang sebuah Rolls-Royce kontemporer, pikiran mereka melayang ke Timur Jauh, terutama pada sebuah Kebun Jepang.

“Sebuah Rolls-Royce Phantom identik dengan ketenangan. Ini adalah sebuah kepompong lingkungan yang tenang dan damai di sebuah dunia yang hingar-bingar. Hal ini membangkitkan ide tentang kaisar dari Timur Jauh , yang akan menyepi di taman pribadinya untuk merefleksikan kesunyian di bawah pohon berbunga,” ucap Haye.

Ia melanjutkan,“Hal ini menuntun kami untuk mengeksplorasi bahan dan tekstur yang digunakan dalam budaya ini. Sutera menunjukkan kemewahan. Warna sutera mentah yang kami gunakan sering ditemukan di jubah yang digunakan oleh keluarga Kerajaan Jepang, dan motif bunga bermekaran yang menyelubungi di mobil hingga kini dianggap sebagai simbol harapan dan pembaruan.”

Warna cat eksterior dirancang khusus untuk Serenity. Ini adalah cat yang paling kompleks dan mahal yang pernah dibuat Rolls-Royce Motor Cars.Warna terang pearlescent Mother of Pearls merespon cahaya dengan anggun, mengisyaratkan interior gemilang karya agung satu-satunya ini.

Pemilihan bahan bahan berharga untuk Serenity merujuk pada pengaruh oriental. Motif bunga dilukiskan kembali menggunakan mozaik kayu terbaik pada tutup pintu belakang, serta kulit kerang mutiara (Mother of Pearl) yang dibentuk menggunakan laser dan diaplikasikan secara manual, kelopak demi kelopak pada kayu smoked cherry yang langka. Selain itu, Mother of Pearls diaplikasikan pada tampilan jam dan perangkat kecepatan pengendara, yang terukir dengan lingkaran konsentris, yang mengingatkan pada kerikil di taman-taman Jepang dan dihiasi dengan batu rubi buatan tangan yang menyemarakkan warna bunga lukisan tangan pada lapisan sutera.

Rolls-Royce Motor Cars menampilkan Serenity di Geneva International Motor Show tahun ini, untuk menyingkap standar baru bagi orisinalitas mobil mewah Bespoke kepada media di seluruh dunia. (*)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.