Selasa, 28 September 21

Rokhmin: Bunga Bank Bagi Nelayan Harus Turun

Rokhmin: Bunga Bank Bagi Nelayan Harus Turun

Jakarta, Obsessionnews – Dalam Rapat Dengar Pendapat yang digelar Komisi VII DPR RI pada Senin (15/6/2015), bersama beberapa ahli, proteksi kegiatan industri di hulu sungai yang mengakibatkan pencemaran juga menjadi perhatian. Selain itu, bisnis budidaya ikan di muara juga kudu diproteksi agar tidak berantakkan menghadapi serangan nelayan asing

“Mereka mendapatkan jaring melalui perantara atau rentenir. Nelayan menjual hasil tangkapannya melalui pedagang. Saya sarankan lihat di Muara Angke, harga (ikan) kembung di tingkat nelayan Rp10.000-15.000 per kg, di pedagang Rp50.000. Jadi, pedagang menikmati margin keuntungan Rp35.000 per kg.‎ Seharusnya seperti di Thailand, untuk nelayan penangkapan menikmati keuntungan 30 persen. Itu untuk memastikan output dan input dinikmati oleh nelayan dan budidaya ikan,” kata Rokhmin Dahuri, pakar Institut Pertanian Bogor (IPB).

Rokhmin usul, jika bunga pinjaman bank bagi nelayan diturunkan dan patokan pendapatan nelayan ada di angka Rp 4 juta perbulan, maka pemerintah kudu memberi pekerjaan substitusi saat musim panen di laut usai.

“Bunga Bank kita paling tinggi di dunia yaitu 14%, persyaratan pinjam susah sekali. Kita ingin bunga bank diturunkan dan pinjamannya dipermudah. Lalu pemerintah wajib memberikan pekerjaan subsitusi saat nelayan nganggur dan bisnis aqua culture ke depan harus menjadi masa depan kita,” kata Rokhmin. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.