Rabu, 26 Januari 22

Rizieq Fenomenal dan Harus Diperhitungkan Pemerintah

Rizieq Fenomenal dan Harus Diperhitungkan Pemerintah
* Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)

Pengamat politik dari Universitas Presiden, Muhammad AS Hikam, menyebut Habib Rizieq Syihab sebagai representasi kekuatan Islam politik yang fenomenal dan harus diperhitungkan secara serius oleh Pemerintah.

Jakarta, Obsessionnews.com –  Pengamat politik dari Universitas Presiden, Muhammad AS Hikam, menyebut Habib Rizieq Syihab sebagai tokoh yang fenomenal. Pujian Hikam itu dilontarkan seusai Habib Rizieq sukses memimpin Aksi Super Damai Bela Islam 2 Desember 2016 di Monas, Jakarta, atau yang juga populer dengan sebutan Aksi 212.

Gelar aksi demo yang diberi nama “Super Damai” di kawasan Monas pada Jum’at 2 Desember 2016 barangkali layak disebut sebagai sebuah babak baru dalam konstelasi perpolitikan Indonesia pasca-reformasi. Yaitu munculnya Habib Rizieq Syihab (HRS) sebagai representasi kekuatan Islam politik yg fenomenal dan harus diperhitungkan secara serius oleh Pemerintah Presiden Jokowi (PJ) dan masyarakat Indonesia serta pihak-pihak di luar negeri ini,” tulis Hikam di laman Facebooknya, Sabtu (3/12).

Aksi 212 menuntut Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tersangka dugaan penistaan agama, dipenjara.

Aksi 212 menuntut Gubernur nonaktif  DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tersangka dugaan penistaan agama, dipenjara.  Aksi unjuk rasa super damai ini merupakan kelanjutan dari Aksi Bela Islam yang digelar pada Jumat (14/10) dan Aksi Bela Islam jilid 2 pada Jumat (4/11).

Habib Rizieq berorasi dalam Aksi Bela Islam di Jakarta, Jumat (14/10/2016). (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com).
Habib Rizieq berorasi dalam Aksi Bela Islam di Jakarta, Jumat (14/10/2016). (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com).

Aksi Bela Islam digerakkan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI). Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq duduk sebagai Ketua Dewan Pembina GNPF MUI.

Yang menarik jumlah peserta Aksi Bela Islam ini jumlahnya terus meningkat. Dalam Aksi 1410 pesertanya ribuan orang. Habib Rizieq turun langsung memimpin demonstrasi di Balai Kota DKI dan kantor Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri itu. Para pengunjuk rasa menuntut polisi menangkap Ahok.

Ahok dinilai memicu keresahan  umat Islam dan menjadi sumber potensi keretakan kerukunan antar umat beragama. Ahok yang beragama Kristen Protestan membuat umat muslim marah ketika ia menyinggung soal Al-Quran surat Al-Maidah ayat 51 di sebuah acara di Kepulauan Seribu, 27 September 2016. Ketika itu dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI dan calon gubernur DKI pada Pilkada 2017 Ahok antara lain mengatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..”

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dalam pernyataan sikap keagamaan yang ditandatangani Ketua Umum Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal Anwar Abbas pada Selasa (11/10), menyebut perkataan Ahok dikategorikan menghina Al-Quran dan menghina ulama yang berkonsekuensi hukum.

Sehari sebelumnya Ahok meminta maaf kepada umat Islam. “Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Senin (10/10).

Meski Ahok telah meminta maaf, umat Islam tetap menuntut ia harus diproses secara hukum. Namun, demo 1410 seperti membentur batu karang. Karena tidak ada tanda-tanda polisi menangkap Ahok, Habib Rizieq kembali menggerakkan massa yang tergabung dalam GNPF MUI turun kembali ke jalan dalam Aksi Bela Islam jillid 2. Secara mengejutkan peserta Aksi 411 diperkirakan lebih dari 3,2 juta orang. Aksi 411 difokuskan di depan Istana Presiden, karena para pengunjuk rasa menganggap Presiden Joko Widodo (Jokowi) melindungi Ahok.

Aksi Bela Islam jilid 2 di Jakarta pada Jumat (4/11/2016) diperkirakan diikuti 3,2 juta orang. (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)
Aksi Bela Islam jilid 2 di Jakarta pada Jumat (4/11/2016) diperkirakan diikuti 3,2 juta orang. (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)

Setelah mendapat tekanan dari massa tersebut, Bareskrim Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka dugaan penistaan agama pada Rabu (16/11). Anehnya, meski telah dijadikan tersangka calon gubernur yang diusung PDI-P, Nasdem, Golkar, dan Hanura itu tidak ditahan. Ahok hanya dicekal ke luar negeri.

Tidak ditahannya Ahok itu membuat umat Islam lainnya semakin murka. Mereka menilai polisi bertindak diskriminatif, karena dalam banyak kasus orang-orang yang ditetapkan tersangka langsung ditahan. Tapi kenapa Ahok diistimewakan?

Oleh karena itu Habib Rizieq kembali menggerakkan massa turun ke jalan dalam Aksi Super Damai Bela Islam 3. Semula banyak pihak memprediksi Aksi 212 tidak akan sebesar Aksi 411. Pasalnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian melarang demo tersebut dan menduga  aksi itu berunsur makar. Ia memerintahkan anak buahnya di seluruh Indonesia melarang bus-bus disewakan untuk mengangkut peserta aksi 212.  Meski mendapat intimidasi, para pengunjuk rasa tetap nekad ke Jakarta. Dan yang mengharukan sekaligus membanggakan ribuan warga Ciamis, Jawa Barat, nekad berjalan kaki ke Jakarta demi membela Islam dan menuntut Ahok diproses secara hukum.

Di kalangan umat Islam seluruh dunia ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Al-Quran.

Di kalangan umat Islam seluruh dunia ada tiga hal yang tidak boleh disinggung atau direndahkan, yakni  Allah SWT, Rasulullah SAW, dan Kitab suci Al-Quran.

“Apabila salah satu, apalagi ketiganya disinggung dan direndahkan pasti mendapat reaksi spontan dari umat Islam tanpa disuruh siapapun. Reaksi tersebut akan segera meluas tanpa bisa dibatasi oleh sekat-sekat organisasi, partai, dan birokrasi. Kekuatan energi tersebut akan bergerak dengan sendirinya tanpa dibatasi ruang dan waktu,” tutur mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Hasyim Muzadi dalam keterangan tertulisnya yang berjudul “Kekuatan (Energi) Al-Quran dan Politisasi”, Rabu (9/11).

Peserta Aksi 212 tak terbendung. Massa mengemas Aksi 212 dalam bentuk zikir dan sholat Jumat di Monas. Acara tersebut dihadiri Jokowi. Sebelumnya GNPF MUI berencana menggelar sholat Jumat di sepanjang Jl Sudirman – bundaran Hotel Indonesia – Jl MH Thamrin – depan Istana Presiden.  Namun, Polri melarang. Akhirnya tercapai kesepakatan antara Polri dan GNPF MUI sholat Jumat digelar di Monas. Namun, dalam praktiknya  Monas tidak mampu menampung massa, sehingga banyak orang yang sholat di jalan-jalan protokol.

Dalam evaluasi aksi Bela Islam III di Markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (4/12) Habib Riziq menyebut massa Aksi 212 berjumlah 7,5 juta jiwa. Video evaluasi Rizieq ini diunggah ke Youtube oleh akun Aksi Bela Islam III. Di video berdurasi 2 jam 20 detik itu Ruzieq seperti biasa mengenakan pakaian serba putih dan sorban berwarna senada.

Peserta Aksi 212 di Jakarta diperkirakan lebih dari 7,5 juta orang. (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)
Peserta Aksi 212 di Jakarta diperkirakan lebih dari 7,5 juta orang. (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)

Rizieq mengatakan, sejak awal aparat dan pemerintah berusaha ‘menggembosi’ aksi Bela Islam III dengan berbagai cara. Namun ternyata yang menghadiri aksi ini bukan hanya banyak, namun berlipat ganda dibandingkan dengan aksi Bela Islam II pada 4 November lalu. Ia mengklaim jumlah massa pada 2 Desember mencapai 7,5 juta jiwa.

“Diperkirakan peserta aksi 411, aksi Bela Islam yang kedua, yang turun adalah 3,2 juta orang. Sementara aksi 212, itu disepakati jumlahnya dengan Google Map, foto dari atas, itu lebih dari dua kali lipat. Kalau yang 411 perkiraan 3,2 juta itu dengan asumsi yang menggunakan kendaraan umum khususnya kereta api, karena dalam info yang kita terima dari PT Kereta Api Indonesia, bahwa kegiatan sehari-hari kereta api di seputar Jakarta, membawa pekerja masuk Jakarta setiap hari kurang lebih 750 ribu orang. Khusus 4 November, itu yang masuk meningkat 400 persen. Artinya 750 ribu kali 4 sama dengan 3 juta. Yang 750 ribu adalah pekerja, yang 2 juta 250 ribu adalah peserta aksi. Itu belum yang naik bis, yang naik mobil pribadi, taksi, motor. Makanya diperkirakan 3,2 juta orang, artinya hitungan itu logis dan ilmiah,” kata Rizieq.

Aksi 212 diperkirakan diikuti 7,5 juta orang.

“Sementara aksi 212 kemarin itu dari hasil foto Google Maps dan lain sebagainya, itu menunjukkan kepadatan lebih dari 2 kali lipat yang 411. Berarti kalau 3,2 dua kali lipatnya 7,4 lebih dari itu diperkirakan 7,5 juta orang,” sambung Rizieq.

Dia mengungkapkan banyaknya jumlah massa yang mengikuti acara ini semata-mata karena pertolongan dan kehendak Allah SWT.

Dia juga menyoroti soal massa yang membludak hingga ke jalan-jalan protokol. Dia menyebut peristiwa itu merupakan kehendak Allah SWT.

“Aksi Bela Islam 212 yang semua dilarang sholat Jumat di HI harus di Monas, kemudian kita terima di Monas. Ternyata begitu pelaksanaanya itu saf yang paling akhir di belakang, arah ke timur itu sampai lewat Senen ke Cempaka Putih, sementara saf sayap kanan ke barat daya itu sampai ke Bundaran HI. Jadi yang semula dilarang enggak boleh ke HI, akhirnya HI terpakai juga buat salat jumat saudara,” kata Rizieq. (@arif_rhakim)

Baca Juga:

Aksi 212 Dihadiri Malaikat

Ramai-ramai Gembosi Ahok-Djarot

Prabowo: Lepas 10 Orang yang Dianggap Makar!

Yusril: Bu Rachmawati Tinggalkan Mako Brimob

Yusril: Rachmawati dan Ratna Sarumpet Ditahan Tanpa Diperiksa

Jaringan ’98: Tangkap Ahok, Stop Tuduh Makar Para Tokoh Bangsa!

Jokowi Jangan Lindungi Ahok!

Parmusi: Terkecoh Skenario Kejakgung, Aksi 212 Kehilangan Momentum

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.