Senin, 27 September 21

Rizal Ramli: Ekonomi Indonesia Terlalu Bebas Ikuti Bank Dunia

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, persoalan yang dihadapi Indonesia tidak kunjung membaik dalam segala bidang. Khususnya menyangkut stabilitas ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen disebut masih rendah di negara-negara berkembang.

Hal itu terjadi, kata Rizal, karena Indonesia terlalu bebas mengikuti kebijakan luar negeri terutama Bank Dunia. Untuk menopang ekonomi nasional di tengah krisis global, pemerintah menerapkan kebijakan pemotongan anggaran. Kebijakan itu tidak lain menuruti kemauan Bank Dunia.

“Situasi ini akan terus berlanjut selama dua tahun kedepan karena kebijakan kita mengikuti Bank Dunia yakni dengan memotong anggaran,” ujar Rizal di kediamannya di Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Dengan pemotongan anggaran itu, maka katanya, otomatis daya beli masyarakat akan melemah ekonomi justru tidak akan menambah maju. Sebab di sisi lain pembayaran pajak naik termasuk kenaikan tarif dasar listrik.  ini  menambah beban rakyat miskin yang tidak lagi punya daya beli.

“Kalau daya beli masyarakat lemah, maka ekonomi tidak bisa berjalan dengan baik. Lebaran ini saya sempat berkunjung ke Pasar Tanah Abang. Saya tanya ke pedagang baju, mereka bilang penjualan hanya mencapai 20 persen jauh dibanding lebaran tahun kemarin,” katanya.

Saat masih menjabat sebagai menteri, ia mengaku sempat ditanya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang heran mengapa Bank Dunia senang dengan kebijakan Indonesia yang memotong anggaran. Rizal lalu menjelaskan, wajar Bank Dunia senang karena itu artinya Indonesia punya kas untuk bayar hutang.

“Saya bilang kalau potong anggaran itu artinya kita punya sisa untuk bayar hutang. Wajar mereka senang, dengan memotong subsidi, itu yang mereka inginkan,” jelasnya.

Padahal menurut mantan Menko Perekonomian ini, untuk menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi tidak harus memotong anggaran. Banyak cara yang bisa dilakukan di antaranya memompa kembali pertumbuhan ekonomi nasional dengan mengevaluasi kembali aset-aset nasional.

Evaluasi aset kata dia, menyangkut penataan kembali BUMN dengan seluruh aset-asetnya. Rizal yakin dengan pengolahan aset yang baik maka pertumbuhan Indonesia semakin maju. Sebab Indonesia memiliki banyak kekayaan alam yang melimpah. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.