Rabu, 25 Mei 22

Riza Chalid Kembali Mangkir, MKD Akan Panggil Paksa

Riza Chalid Kembali Mangkir, MKD Akan Panggil Paksa
* Riza Chalid.

Jakarta, Obsessionnews – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) kembali mengagendakan sidang dugaan pelanggaran kode etik Ketua ‎DPR Setya Novanti, dengan menghadirkan pengusaha tambang/minyak M Riza Chalid. Riza sendiri dijadwalkan menjalani pemeriksaan pukul 10.00 WIB. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda Riza akan datang.

Dari pantauan Obsessionnews.com kondisi ruang sidang MKD di gedung DPR RI masih terlihat kosong. Hanya ada baju sidang yang biasa digunakan oleh anggota terpasang di kursi ruangan. Sementara di luar sidang tampak para wartawan yang setia menanti perkembangan pengusutan kasus Setya Novanto.

Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Riza akan dipanggil paksa kalau dalam pemanggilan kedua ini dirinya kembali mangkir. “Segala kemungkinan ada (panggil paksa), tapi tunggu hasil rapat internal hari ini bagaimana. Kalau memang yang bersangkutan berhalangan hadir tanpa keterangan nanti diputuskan,” katanya, di DPR, Senin (14/12/2015).

Ruang sidang MKD kosong
Ruang sidang MKD kosong

MKD sebelumnya telah memanggil Reza Chalid sebelumnya pada 3 Desember yang lalu untuk dihadirkan bersama Maroef Sjamsoeddin. Namun, hanya Maroef yang hadir dalam sidang yang dikenal dengan ‘Papa Minta Saham tersebut’. Riza tidak hadir tanpa ada kejelasan.

Dasco menambahkan, pihaknya tetap akan menunggu pengusaha minyak tersebut hari ini. Jika memang tidak hadir, MKD juga akan tunggu Reza Chalid akan mengirimkan alasannya atau tidak.‎ Setelah itu, baru MKD akan memutuskan sikap.

‎”(Nanti) memutuskan langkah-langka selanjutnya sesuai tata peraturan kami,” tandas Dasco.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said pada Senin, 16 November lalu melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke MKD DPR atas dugaan pelanggaran etika. Sudirman melaporkan lantaran Setya diduga mencatut nama presiden dan wakil presiden terkait dengan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

Dalam persidangan, Ketua DPR Setya Novanto membantah tudingan tersebut dengan menyatakan perekaman yang dilakukan terhadapnya ialah tindakan ilegal. Dia mengaku tidak pernah bertemu dengan Sudirman Said. Namun, dia mengaku pernah bertemu pejabat PT Freeport Indonesia. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.