Kamis, 16 September 21

Rio Capella Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Rio Capella Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Jakarta, Obsessionnews – Mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Patrice Rio Capella didakwa telah menerima uang sebesar Rp200 juta dari Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti melalui Fransisca Insani Rahesti alias Sisca yang pernah bekerja di kantor hukum OC Kaligis and associates.

“Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK, Yudi Kristiana saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/11/2015).

Perbuatan terdakwa Rio Capella merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal tersebut mengatur tentang pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya dengan ancaman terhadap pelanggar pasal tersebut adalah penjara paling sedikit 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara ditambah denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Jaksa menerangkan dalam surat dakwaannya, pemberian uang suap itu karena posisi terdakwa selaku anggota DPR RI yang duduk di Komisi III mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap mitra kerjanya yakni Kejaksaan Agung dan sebagai Sekretaris Jenderal Nasdem untuk memfasilitasi islah atau perdamaian.

“Agar memudahkan pengurusan penghentian penyelidikan perkara dugaan korupsi dana bansos, Bantuan Daerah Bawahan, Bantuan Operasional Sekolah, tunggakan Dana Bagi Hasil, dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Provinsi Sumatera Utara yang ditangani oleh Kejaksaan Agung,” ujar Jaksa KPK.

Menurut Jaksa, fakta penerimaan uang tersebut. Pada 20 Maret 2015 Kepala Biro Keuangan Provinsi Sumut, Ahmad Fuad Lubis dipanggil Kejagung untuk diperiksa untuk Gatot Pujo. Atas panggilan itu, istri Gatot, Evy Susanti mendapat saran dari pengacara yang bekerja di kantor hukum Otto Cornelis (OC) Kaligis, Yulius Irawansyah.

“Perlu dibantu dengan pendekatan partai dengan cara islah, karena permasalahan ini dipicu oleh ketidak harmonisan Tengku Erry Nuradi selaku Wakil Gubernur Sumatera Utara yang kebetulan berasal dari Partai Nasdem,” terangnya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.