Rabu, 21 Oktober 20

Rilis BPS, Penduduk Miskin Bojonegoro Kian Menukik

Rilis BPS, Penduduk Miskin Bojonegoro Kian Menukik
* Bupati Bojonegoro, Suyoto saat memberikan penjelasan khusus terkait penanggulangan kemiskinan.

Bojonegoro, Obsessionnews.com – Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikeluarkan Jumat (29/12/2017) menjadi kado tahun baru untuk Pemkab Bojonegoro. Dalam rilis BPS disebutkan adanya penurunan angka kemiskinan di Kota Ledre tersebut.

BPS mencatat, prosentase penduduk miskin Bojonegoro di tahun 2017 menjadi 14,34 persen atau turun dari tahun 2016 sebesar 14,60 persen.

“Alhamdulillah, ini tentunya menjadi kabar gembira sekaligus kado tahun baru bagi kami. Berdasarkan data BPS itu berarti Pemkab sukses menurunkan jumlah penduduk miskin dari 180.990 orang di tahun 2016 menjadi 178.250 orang ditahun 2017,” ujar Kabag Perekonomian Pemkab Bojonegoro, Rahmat Junaidi, kepada Obsessionnews.com, Sabtu (30/12/2017).

Rahmat menambahkan, data tersebut juga menunjukkan bahwa posisi Bojonegoro masih berada di luar 10 besar kota/kabupaten termiskin di Jawa Timur. Posisi Bojonegoro, bahkan, lebih baik dari ‘tetangganya’, Lamongan dan Tuban.

Menurunnya angka kemiskinan tersebut sekaligus menjadi tanda bahwa pemerintahan di bawah Bupati Suyoto itu berhasil melaksanakan program ekonomi inklusif yang gencar digalakkan sejak beberapa tahun ke belakang.

“Ekonomi Inklusif yang kami laksanakan tidak hanya membangun Bojonegoro semata-mata karena prinsip ekonomi, tetapi kami juga tetap membangun lingkungan, sumber daya manusia, sistem hukum dan kemasyaratan, pemerintahan yang terbuka, pendidikan, kesehatan, sistem sosial, dan transformasi yang melibatkan 4 sekawan yaitu pemerintah, masyarakat, pengusaha, dan akademisi,” jelas Rahmat.

Keberhasilan ini, tutur Rahmat, merupakan buah keseriusan Pemkab Bojonegoro dalam menjalankan pembangunan berbasis Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC) dengan memperhatikan indikator terukur dari tujuan pembangunan berkelanjutan.

Keseriusan Pemkab juga terlihat dari upaya yang dilakukan untuk memberikan perhatian terhadap keseimbangan pembangunan di desa dan kota. Hal ini tampak dari indeks gini Kabupaten Bojonegoro yang berada di bawah 0,3 yang menunjukkan bahwa pembangunan tidak timpang.

“Semoga ke depan rakyat Bojonegoro akan selalu lebih baik, lebih sejahtera. Ini juga menjadi legacy penting bagi pemerintahan berikutnya sesuai hasil pesta Pilkada 2018,” kata Rahmat. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.