Kamis, 6 Oktober 22

Rieke Ditunjuk Sebagai Ketua Pansus Pelindo II

Rieke Ditunjuk Sebagai Ketua Pansus Pelindo II

Jakarta,‎ Obsessionnews – Setelah sidang paripurna menyetujui pembentukan Panitia Khusus (Pansus) PT Pelindo II, semua fraksi sepakat menunjuk anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Rieke Dyah Pitaloka sebagai Ketua Panitia, dan menetapkan tiga wakil ketua.

‎Ketiga wakil itu yakni, anggota dari Fraksi Golkar Azis Syamsuddin, Desmond J Mahesa dari Fraksi Gerindra, dan Teguh Jurwarno dari Fraksi PAN. ‎”Mereka telah ditetapkan, palu sidang telah saya serahkan. Dalam waktu 60 hari akan dilaporkan dalam sidang paripuran untuk perkembangan Pansus pelindo II,” ujar Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Kamis (15/10/2015).

Nantinya, Ketua dan Wakil Ketua Pansus itu akan mencari 30 anggota untuk ikut membantu mencari fakta-fakta hukum tentang dugaan kasus korupsi di PT Pelindo II. Setidaknya ada 4 komisi terlibat dalam Pansus tersebut, yakni Komisi III, V, VI, dan XI. Fadli yakin, Rieke mampu memimpin Pansus dengan baik.
“Saya kira tak ada masalah, saudara Rieke orang yang mengerti hukum,” jelasnya. (Baca juga: Bareskrim Tetapkan Tersangka Kasus Mobile Crane Pelindo II )

Pembentukan Pansus Pelindo ini bermula saat Bareskrim yang dipimpin oleh Komjen Budi Waseso mengusut kasus korupsi mobile crane Pelindo II, sebagai up‎aya pintu masuk membongkar mafia korupsi di Pelabuhan Tanjung Priok. Budi juga sempat melakukan penggeledahan di Kantor Pelindo II.

Namun, Direktur Pelindo II RJ Lino merasa tidak terima dengan sikap Budi Waseso. Ia lantas meminta Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menertibkan Budi agar tidak melanjutkan proses hukum ini. Bahkan ia mengancam akan mengundurkan diri. Rini pun menyanggupi, ia justru menilai sikap Buwas akan memperburuk ekonomi Indonesia.

Tidak lama kemudian, Buwas dimutasi, ia dipindahkan sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional. Sedangkan Kepala Bareskrim diisi oleh Komjen Anang Iskandar. Komisi III DPR menilai pencopotan Buwas sarat dengan kepentingan dan intervensi hukum dari pemerintah, hingga akhirnya disepakati pembentukan Pansus Pelindo. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.