Rabu, 20 Oktober 21

Rieke Diah Pitaloka Bicara Perempuan Rusia

Rieke Diah Pitaloka Bicara Perempuan Rusia

Jakarta, Obsessionnews – Rieke Diah Pitaloka, artis yang kini menjadi politisi Senayan, menuturkan bahwa sejarah hari Perempuan Internasional yang ditetapkan oleh PBB adalah bercikal dari perempuan Rusia.

“Keterlibatan perempuan di ranah politik, tuntutan dalam hak bekerja, memperoleh hak pelatihan, serta penghapusan diskriminatif dalam bekerja, dan terjadinya aksi besar di New York tahun 1911 yang menewas 140 buruh peremuan. Peristiwa berdarah ini menjadi pendobrak aturan perburuhan di Amerika Serikat,” kisah Rieke saat membuka acara peringatan hari Perempuan Internasional, Minggu (8/3).

Acara yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta oleh Suara Perempuan Indonesia yang diketuai oleh Rieke ini, menampilkan Pidato Budaya oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang juga perempuan pertama Indonesia yang menjadi presiden.

Rieke dalam Hari Perempuan di TIM

Rieke melanjutkan paparannya, sepanjang tahun 1913-1914 di belahan dunia lain, aksi untuk kaum emansipasi wanita ini ditunjukkan oleh Perempuan Rusia, dengan  mengadakan kegiatan rutin hari perempuan setiap minggu terakhir di bulan Februari.

“Perempuan Rusia setiap minggu terkhir dibulan Februari memperingati hari perempuan, ini upaya perjuangan perempuan setelah perang dunia I,” tutur Rieke yang kini Anggota Komisi IX DPR RI.

Perempuan dari benua Eropa ini, jelas Rieke, juga memprotes terjadinya perang. Ini merupakan aksi “roti dan perdamaian”, peristiwa berdarah yang menewaskan 2 juta tentara dalam perang membuat para perempuan Rusia berhadapan dengan pemerintah yang menentang aksi mereka. Gerakan para perempuan berhasil mendobrak dan membuahkan hasil.

Empat hari kemudian, lanjutnya, pemimpin Rusia akhirnya turun tahta. “Gerakan ini berhasil menobrak keputusan politik, hak berpolitik perempuan Rusia dan akhirnya dapat mengikuti pemilu,” tansdas Politisi wanita PDI-P ini.

Dijelaskan pula, keputusan terhadap perempuan Rusia yang diberikan oleh pemerintah Rusia dikeluarkan pada 8 Maret 1917, dan akhirnya ditetapkan oleh Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB)  sebagai hari Perempuan Internasional. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.