Selasa, 30 November 21

Ridwan Kamil Tawarkan Sepatu Cibaduyut ke Belgia

Ridwan Kamil Tawarkan Sepatu Cibaduyut ke Belgia
* Ridwan Kamil dan Aher

Bandung, Obsessionnews – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan Walikota Bandung Ridwan Kamil (Kang Emil) menjadi jurkan promosi Sepatu Cibaduyut pada setiap pertemuan.

Saat kedatangan Dubes Belgia untuk Indonesia, Patrick Herman, ke kantor Walikota Bandung, Selasa (27/1) lalu, dijadwalkan Sepatu Cibaduyut dan modernisasi kereta api menjadi bahan kerja sama Kota Bandung dengan Belgia.

Walikota Bandung Ridwan Kamil menyambut baik ajakan kerjasama dari Belgia tersebut, sehingga komoditas sepatu yang akan didesain di Belgia dan produksinya dilakukan di Bandung menjadi prioritas yang ditawarkan Bandung, apalagi sepatu Cibaduyut sudah lama terkenal di mancanegara.

“Pemasaran sepatu Cibaduyut selama ini masih kurang, begitupun desainnya, sehingga kita tawarkan untuk mendesainnya di Belgia, sementara produksinya di Bandung,” tandas Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Kang Emil menilai jika desain dilakukan di Belgia, maka selera akan sama dengan para warga Negara tersebut, sehingga pemasarannya akan semakin cepat. Ia pun menjajaki kerjasama di bidang perkeretaapian yang dinilainya alat transportasi kereta api di negera tersebut berkembang cukup pesat dan canggih.

Pada saat kedatangan Dubes Belgia Patrick Herman ke Kota Bandung untuk yang kedua kalinya, Kamis (9/4), di Bandung Command Center (BCC) Balaikota Bandung, Emil mengkampanyekan Islam yang Ramah Pada Dubes Belgia.

“Saya ingin sampaikan, bahwa Islam sebagai Rahmat bagi semua alam dan hal itu akan dimulai dari kota Bandung sebagai kota yang ramah,” tegas Emil. Bandung merupakan kota yang ingin memperlihatkan bahwa Islam sebagai pembawa kedamaian bagi umatnya, dimulai dari Bandung untuk Eropa.

septu cbdyt

Patrick Herman bersama rombongan berkunjung ke kota Bandung untuk diplomasi budaya dan rencana digelarnya ajang “Europalia Indonesia” pada tahun 2017 mendatang dan kota Bandung ditunjuk sebagai tuan rumah acara tersebut.

“Kota Bandung dinilai sebagai kota yang mampu merepresentasi kota-kota di indonesia sebagai kota yang kreatif melibatkan banyak anak muda dalam kreatifitasnya,” tandas Patrick.

Salah satu point penting adalah mematangkan kembali program kerjasama sepatu Cibaduyut serta perkeretaapian. Selain itu
Kebudayaan yang akan ditampilkan kota Bandung pada acara Europalia Indonesia 2007 yang meliputi kesenian tradisional, teknologi dan seni kreatif berupa kerajinan.

Menurut Kang Emil dirinya berupaya untuk meyakinkan Dubes Belgia bersama rombongan, bahwa kota Bandung memiliki sejumlah aset budaya, seni, kreatifitas, bahkan sejumlah artis yang dapat ditampilkan pada acara Europalia Indonesia yang diawali pada tahun 2017 di kota Bandung. Nantinya acara tersebut akan digelar setiap dua tahun.

Emil juga mengakui jika Dubes Belgia ini berpesan agar mereka (orang Eropa.red) dapat berpikir bahwa acara tersebut datang dari orang Islam yang kreatif di kota Bandung, Islam yang ramah dan tidak seperti perspektif orang Eropa pada umumnya,” jelas Emil.
“Jadi wajah Islami yang ramah dan moderat itu ingin kami hadirkan dari Bandung,” ungkap Emil.

Islam phobia sedang marak di Eropa setelah kejadian Charlie Hebdo di Prancis. Emil dan Patrick sepakat satu-satunya negara dan kota yang bisa memberi pesan Islam yang damai itu adalah kota Bandung.

“Kita sepakat diluar acara yang bersifat kebudayaan, ada acara yang fokus mempromosikan nilai Islam yang ramah ke wajah Eropa,” tandas Emil.

sepatu cbdyt2

Emil mengakui jika promosi budaya dan mengkampanyekan nilai Islam yang ramah dari kota Bandung ini bukan pekerjaan yang ringan, sehingga dirinya mengajak seluruh komponen membantu upaya tersebut.

“Ini pekerjaan yang berat bagi saya, sehingga semuanya diharapkan dapat membantu upaya tersebut, sehingga dapat mencapat tujuan lebih cepat,” katanya.

Di tempat terpisah Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengajak warga jabar menjadi pengusaha. Ajakan tersebut disampaikan kang Aher saat membuka BUMNEX ke XI di Graha Manggala Siliwangi Bandung, Kamis (9/4).

Menurut Aher, dengan menjadi pengusaha maka akan banyak warga menjadi bekerja dan kesempatan kerja terbuka lebar. “Bahaya kalau di suatu negara tidak ada yang bercita-cita sebagai pengusaha”, ucap Aher.

Aher menandaskan kopi jabar menduduki urutan tertinggi di seluruh Indonesia dengan harga Rp 120 ribu/kg. Selain itu ada juga beras istimewa di Jabar.

“Jadi kita juga harus mampu makan nasi dari beras yang mahal, bukannya yang mahal dijual ke luar negeri, bangsa kita makan beras bulog”, ucapnya.

Aher juga menyempatkan mengunjungi beberapa stan diantaranya sepatu Cibaduyut. BUMNEX ke XI menurut koordinator acara Ega Megantari diikuti 80 stand dari berbagai komoditi dan diharapkan para binaan berbagai BUMN ini mampu mengangkat UMK dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asian (MEA). (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.