Senin, 26 September 22

Ridwan Kamil: Tabir Bandung Bisa Atasi Banjir Langganan

Ridwan Kamil: Tabir Bandung Bisa Atasi Banjir Langganan

Bandung, Obsessionnews – Walikota Bandung Ridwan Kamil menegaskan, warga Gedebage Kota Bandung sudah sepakat akses tol tetap dibangun di bawah, sementara akses di atas merupakan jembatan yang menghubungkan Komplek Perumahan Adipura Barat dan Timur.

“Kalau dulu ingin koneksinya tetap di darat dan jalan tol naik ke atas,” ujarnya saat Mapay Lembur di Kecamatan Gedebage, Kamis (8/10).

emiltabir2

Perubahan rencana pembangunan itu memang sudah dipertimbangkan sebelumnya. Jika tetap dilakukan sesuai rencana awal, hal itu akan membutuhkan biaya mahal dan lebih banyak masalah lagi.

Sudah memutuskan perubahan rencana tersebut dan warga sudah sepakat. Ia berharap tahap satu selama dua bulan akan selesai. “Sehingga tahun depan dilanjutkan ke tahap berikutnya,” ungkapnya.

Untuk penyerapan PIPPK di Kecamatan Gedebage, pria yang kerap disapa Emil ini menuturkan sudah terserap sampai 60,46 persen. Emil mengatakan penyerapan anggaran di Gedebage cukup baik, karena ditunjang 4 kelurahan 28 ribu warga.

emiltabir3

Projek Resapan Air Gedebage
Setelah berdiskusi dengan warga dikantor Kecamatan Gedebage, Emil menuju pasar Gedebage. Di lokasi tersebut ia memeriksa lahan resapan air guna penanggulangan banjir.

Lahan tersebut tepat berada di sebelah kanan pintu pasar Gedebage. Menurut Walikota yang gemar berpeci ini, di bawah tanah tersebut akan dibangun tiga reservoir raksasa.

“Ukurannya seukuran drum yang ada di depo pertamina, disimpan dibawah tanah dengan kedalaman 30 meter,” imbuhnya.

emil tabir4

Dengan begitu, kata Emil, banjir dari perempatan gedebage dan pasar akan dialirkan ke lahan tersebut, sehingga reservoir raksasa dapat menyimpan cadangan air yang banyak.

“Saat kemarau bisa jadi cadangan air dan dikonversi menjadi air minum,” tuturnya.

emil tabir5

Projek reservoir tersebut sudah dianggarkan ditahun 2016 dan sedang dikerjakan oleh tim ahli dari ITB Professor Rusnandi dan Negara Belanda, nama projek resapan air itu adalah Tabungan Air Bandung (Tabir Bandung).

“Mudah-mudahan tahun depan tidak ada banjir lagi. Teknologi ini ide anak bangsa ide dari Profesor Rusnandi,” ucapnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.