Minggu, 24 Oktober 21

Ridwan Kamil Mundur, Ahok Semakin Sulit Dikalahkan di Pilkada DKI

Ridwan Kamil Mundur, Ahok Semakin Sulit Dikalahkan di Pilkada DKI
* Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan isterinya.

Jakarta, Obsessionnews – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang semula bakal menjadi pesaing berat Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Senin (29/2/2016) resmi mengumumkan dirinya tidak maju di Pilkada DKI 2017. Ridwan beralasan ingin menyelesaikan masa baktinya di Bandung hingga 2018. Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI) menilai dengan mundurnya Ridwan, Gubernur DKI petahana Ahok akan semakin sulit dikalahkan oleh siapapun. (Baca: Teman Ahok Harus Koordinasi PDIP, Jika Usung Ahok)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

HMPI menyayangkan mundurnya Ridwan dari bursa calon gubernur (cagub) di Pilkada DKI itu. Langkahnya itu membuat Ridwan kehilangan timingnya untuk mempertahankan simpati publik padanya dalam jangka panjang. (Baca: Sebelum Ambil Keputusan Ridwan Kamil Sudah Dapat Masukan dari Presiden)

“Ridwan punya kesempatan maju di Pilkada DKI , tapi itu dia itinggalkan. Keragu-raguannya membuat dia nanti dicitrakan peragu. Sekadar cari simpati terkait dia maju-mundur menuju DKI-1,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Pimpinan Nasional (MPN) HMPI Tri Joko Susilo ketika dihubungi Obsessionnews.com , Senin (29/2/2016).

Tri menilai langkah Ridwan yang terkesan alay, ragu-ragu, dan tidak tegas itu ibarat sopir yang lamban, tidak jalan-jalan, dan akibatnya ditinggalkan penumpang. Sehingga apapun keputusan yang diambil di akhir tak akan mendapat penumpang seperti ketika saat awal dia menghidupkan mesin.

“Pemanasannya kelewat lama,” tandasnya.

Menurutnya, politik adalah momentum. Begitu momentum bagus dilewati, belum tentu ada momentum seperti itu lagi.

Dengan mundurnya Ridwan, kata Tri, Ahok bakal semakin sulit dikalahkan oleh siapapun, termasuk oleh Yusril Ihza Mahendra. (Baca: Ormas Tommy Soeharto Nilai Ahok Tak Terbendung di Pilkada DKI)

“Ridwan aja merasa berat menghadapi Ahok, makanya dia mundur jadi cagub, apalagi Yusril. Tapi, Yusril itu kan orangnya pede. Sebaiknya kalau mau maju jadi cagub pelajari dulu data berapa elektabilitasnya. Bukan asal menerawang, merasa yakin, itu tidak bisa di politik. Data harus bunyi,’ cetusnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.