Rabu, 21 Oktober 20

Ridwan Hisjam Laporkan Kisruh PGN dan Rekind ke Habib Luthfi

Ridwan Hisjam Laporkan Kisruh PGN dan Rekind ke Habib Luthfi
* Ridwan Hisjam saat ketemu Habib Luthfi. (Foto: Dok Pribadi)

Pekalongan, Obsessionnews.com – Geram dengan kisruh dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN, yakni PT Rekayasa Industri (Rekind) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk terkait rencana pembangunan jalur pipa Cirebon-Semarang (Cisem) yang belum juga terealisasi, anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisjam akhirnya melaporkan persoalan itu kepada anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya di Pekalongan, Kamis (24/9/2020) malam.

Ridwan mendatangi kediaman Habib Luthfi bersama kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa, setelah sebelumnya Komisi VII DPR menggelar rapat kerja dengan Menteri ESDM, Arifin Tasrif, dan di forum rapat itu, Ridwan juga menyampaikan persoalan Rekind dan PGN terkait pembangunan jalur pipa Cisem yang belum juga terealisasi.

Ridwan kecewa dengan dua BUMN itu karena perusahaan yang diamanati oleh UU sebagai lokomotif penggerak ekonomi nasional, Rekind dan PGN ternyata tidak memberikan kinerja baik untuk melakukan pembangunan ekonomi yang positif bagi masyarakat. Terlebih di tengah pandemi covid-19, dan semakin melemahnya ekonomi nasional, Rekind dan PGN mestinya bisa menjadi lokomotifnya ekonomi.

“Rekind dan PGN ini sebagai BUMN tidak bisa menciptakan kinerja yang baik untuk menggerakan ekonomi nasional di tengah situasi pandemi ini. Mestinya persoalan pembangunan pipa gas ini sudah selesai dari dulu,” kata Ridwan.

Namum faktanya proyek itu belum terealisasikan. Padahal keberadaan pipa gas itu sangat penting untuk mencukupi kebutuhan pabrik-pabrik dan para pelaku usaha di sepanjang utara Jawa, dari Semarang sampai Cirebon. Sementara proyek ini sudah mangkrak 14 tahun lamanya, setelah Rekind ditetapkan pemenang lelang untuk membangun pipa gas disepanjang Cirebon-Semarang.

Pada pertemuan dengan Habib Luthfi, Kepala BPH Migas didampingi oleh Direktur Gas Bumi BPH Migas Sentot Harijady dan Direktur Pembangunan PT Rekayasa Industri Achmad Muchtasyar menyampaikan kembali sejak ground breaking pada bulan Februari 2020 di Batang Jawa Tengah yang juga dihadiri Habib Luthfi memang belum ada pembangunan fisik dikarenakan belum adanya kepastian demand alias permintaan gas dari industri di Jawa Tengah dari PGN.

Sehingga Rekind merasa tidak mau membangun pipa gas sebelum ada kepastian pasokan gas dari PGN (Pertamina grup) yang disalurkan dari sumur JTB Bojonegoro . Tarik ulur akhirnya terjadi, hingga sampai saat ini. Habib Luthfi pun turut mendesak agar pembangunan pipa gas Cisem segera terealisasi. Caranya memang harus harus diciptakan demand gas bumi yang dilalui pipa gas Cisem agar investasi pipa gas yang akan dibangun sesuai dengan keekonomiannya.

“Tidak ada kata Tidak dan saya sangat mendukung penuh untuk segera terbangunnya pipa transmisi gas ini,” Tegas Habib Luthfi

Karena belum adanya kepastian demand ini, Ridwan Hisjam mengusulkan pembangunan industri berbasis gas disepanjang wilayah yang dilalui pipa gas Cisem, salah satunya dengan usulan potensi pembangunan pabrik pupuk di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang dapat menyerap gas bumi sebesar 100 MMSCFD.

Bagai gayung bersambut, usulan pembangunan pabrik pupuk sebagai upaya penciptaan demand gas yang maksimal dan juga menciptakan ketahanan pangan di Jawa Tengah sangat didukung oleh BPH Migas dan Habib Luthfi dengan mengusulkan nama pabrik pupuk “Dipenogoro”.

Ridwan juga mendesak kepada dua Menteri, yakni Menteri BUMN dan Menteri ESDM untuk bisa menjembatani komunikasi antara PGN dan Rekind. Sehingga kedua BUMN ini bisa duduk bersama, kemudian mau melakukan langkah konkret untuk segera merealisasikan proyek ini.

Di akhir audiensi dan diskusi, Habib Luthfi memberikan apresiasi kepada BPH Migas atas upaya yang telah dilakukan selama ini dan Ridwan Hisjam sebagai wakil rakyat di DPR yang mempunyai perhatian penuh atas Hilir Migas.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa menyampaikan bahwa BPH Migas tak henti-hentinya melakukan berbagai upaya agar pembangunan pipa gas bumi Cirebon- Semarang yang merupakan Proyek Strategis Nasional segera dapat terwujud.

Sesuai komitmen PT Rekind, proyek ini ditargetkan selesai pada bulan Februari 2022. Proyek Pipa Gas Ruas Transmisi Cirebon – Semarang merupakan proyek strategis nasional sesuai dengan Perpres 79 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal – Semarang – Salatiga – Demak – Grobongan, Kawasan Purworejo – Wonosobo – Magelang – Temanggung, dan Kawasan Brebes – Tegal – Pemalang.

Spesifikasinya pipa yang akan dibangun berdiameter 28″, panjang 255 Km, kapasitas desain 350-500 MMSCFD. Dengan nilai investasi proyek USD 317 juta. Sementara itu, PT PGN akan bertugas menjadi shipper atau pihak yang mengambil dan mendistribusikan gas.

Dengan terlaksananya pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Cisem diharapkan dapat mendorong pengembangan kawasan-kawan industri baru di sepanjang jalur pipa Cisem. Dan para pelaku industri diharapkan dapat beralih dari penggunaan Bahan Bakar khususnya HSD dengan memanfaatkan gas bumi dalam pengoperasiannya, sehingga dapat memaksimalkan pemanfaatan Gas Bumi domestik. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.