Rabu, 16 Oktober 19

Ridwan Hisjam: Golkar Selalu Terpuruk Pasca Kepemimpinan Akbar Tanjung

Ridwan Hisjam: Golkar Selalu Terpuruk Pasca Kepemimpinan Akbar Tanjung
* Politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisjam. (Foto: Dokumen pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Politikus senior Partai Golkar, Ridwan Hisjam menilai selama ini partainya tidak bisa begerak maju untuk tampil menjadi partai yang disegani rakyatnya. Sebaliknya, dari tahun ke tahun, Golkar kata dia, malah mengalami keterpurukan. Karena itu, ia mendesak perlunya reformasi jilid II.

“Harus reformasi organisasi jilid II. Kenapa? Karena Golkar selama ini semakin terpuruk setelah kepemimpinan Akbar Tanjung yang dulu melakukan reformasi jilid I,” kata Ridwan dalam sebuah diskusi bertajuk Menyongsong Kepemimpinan Partai Golkar Menghadapi Pemilu 2024 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019).

Reformasi jilid I pernah dilakukan oleh Akbar Tanjung, pasca runtuhnya Orde Baru Golkar diprediksi akan tumbang. Namun, di bawah kepemimpinan Akbar, Golkar masih selamat. Bahkan masih mendapatkan kepercayaan di hati masyarakat.

Selain itu, reformasi Golkar Jilid I yang digelorakan Akbar kata Ridwan, juga dilatari suasana partai yang tidak mandiri. Terlebih Golkar saat dipimpin oleh Soeharto kerap dimanja dan bahkan memiliki dana abadi hingga Rp 1,8 Triliun.

“Bayangkan itu 98 tidak diterima sama Bang Akbar. Namanya Yayasan Dana Karya Abadi. Itu adalah dana yang dikumpulkan Pak Harto,” kata Ridwan.

Saat itu juga, kata dia, sekretariat Partai Golkar juga berstatus sebagai pegawai negeri dan digaji oleh negara. Menurut Ridwan, hal itu yang ingin diubah oleh Akbar Tanjung saat menjabat sebagai Ketua Umum Golkar 1998-2004.

Dia juga menyayangkan kursi dan suara Golkar terus menurun dari periode ke periode lainnya. Terlebih di kepemimpinan Airlangga, suara dan kursi Golkar di DPR semakin turun drastis.

“Kalau ini tidak ada reformasi jilid II, nanti turun lagi separuh,” kata bekas Ketua DPD Golkar Jawa Timur ini.

Ia pun menyatakan siap maju sebagai calon ketum Golkar pada Munas Desember mendatang. Untuk kemajuan Partai Golkar menurutnya ke depan Golkar harus mengedepankan check and re-check agar organisasi partai berjalan efektif.

“Partai ini harus mengedepankan check and re-check, nah kalo dulu itu keputusan dari atas ke bawah, harus dijalankan yang enggak cocok minggir. kalo sekarang ada keputusan darinatas ya harus dicek dulu, bener gak? Kalo gak bener ya kembalikan, perbaiki,” lanjut dia.

Ia juga memiliki ambisi untuk memenangkan Golkar pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 dengan menampilkan paradigma baru di kalangan internal Golkar seperti yang pernah dilakukan Akbar Tanjung saat menjadi Ketua Umum.

“Paradigma baru yang dikembangkan oleh bang Akbar  sehingga partai Golkar menjadi partai yang kuat saat itu. Dan akhirnya pada 2004 menjadi pemenang pemilu kembali, karena paradigma baru itu dijalankan,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.