Sabtu, 16 Oktober 21

Ribut Terus, Ada ‘Permainan’ di Blok Masela?

Ribut Terus, Ada ‘Permainan’ di Blok Masela?

Jakarta, Obsessionnews – Komandan Gerakan Nasionalisasi Migas (GNM) Binsar Effendi Hutabarat menduga, ada kepentingan kelompok terkait ngototnya Menteri ESDM Sudirman Said termasuk Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi yang cenderung menilai lebih baik menggunakan skema LNG terapung atau off shore di Blok Masela.

 

“Ada kepentingan kelompok tertentu bermain di situ. Padahal Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 jelas mengamanatkan untuk digunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Buat apa efisien jika rakyat Maluku tidak sejahtera,” ungkapnya, Jumat (11/3/2015).

 

Menurut Binsar, skema kilang darat akan lebih bagus untuk Blok Masela karena semahal-mahalnya pembangunan kilang darat, masih berpotensi untuk menimbulkan multiplier efek. “Dimana daerah Maluku diharapkan bisa tumbuh. Seperi Bontang itu tumbuh karena ada gas disitu. Jadi yang harus diperhatikan oleh Pemerintah bukan hanya costnya, melainkan menumbuhkan daerah dimana gas itu ada. Ini jika negara ingin hadir, tentunya aspirasi mereka diperhatikan,” bebernya.

 

Ia menegaskan, bagaimanapun kilang di darat lebih banyak manfaatnya dibandingkan kilang terapung. “Nah, ini Pemerintah juga harus melihat bahwa gas alam ini tidak cuma buat bahan bakar. Tapi menumbuhkan lapangan kerja di daerah sekitar gas itu dibangun, hal ini juga yang diminta rakyat Maluku. Jangan sampai membuat marah, malah menjadi kegaduhan baru yang berkepanjangan seperti kasus Blok Mahakam terdahulu,” tuturnya.

 

Secara terpisah Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Beratu, Arief Poyuono memaparkan langkah yang harus dilakukan pemerintah adalah merubah sistem pengelolaan Migas Nasional melalui beberapa hal berikut: 

1. Hitung berapa banyak cadangan gas yang ada di blok Masela, sewa International Aprasial untuk dinilai dalam price book value nya cadangan gas nya.

 2. Kepemilikan Saham Blok Masela Inpex 60 %, Shell 30 persen, Pertamina 10 persen

 3. Dari kontrak Karya Production Sharing Contract (PSC) setelah dikurangi cost recovery, bagian pemerintah itu untuk gas yang dihasilkan itu 80 persen untuk inpex, shell dan Pertamina 20 persen.

 4. Nah bagian produksi gas Blok masela untuk pemerintah yang 80% dikonversikan untuk beli Saham Inpex dan shell dalam pengelolaan Blok masela hingga 70 persen .

 “Nah ini baru langkah tepat yang harus dijalankan, tidak hanya terhadap Kontrak Karya Masela saja tetapi juga kontrak karya Migas lainnya. Jadi tidak usah ribut mau on shore mau off shore,” tandasnya. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.