Kamis, 20 Februari 20

Ribut dan Hiruk Pikuk dalam Pemilihan Pimpinan MPR

Ribut dan Hiruk Pikuk dalam Pemilihan Pimpinan MPR

Jakarta – Sudah hampir dua hari proses pemilihan paket ‎pimpinan MPR belum selesai. Hal ini terjadi lantaran sejak awal sidang paripurna MPR selalu diwarnai interupsi‎ dari dua kubu yang bersaing, yakni Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan dan Koalisi Merah Putih (KMP). Mereka memperdebatkan mengenai mekanisme pemilihan pimpinan MPR (Tata Tertib atau Tatib), serta penunjukan satu calon pimpinan MPR dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta.

Lalu bagaimana melihat kekuatan dua kubu yang bersaing dalam merebutkan paket pimpinan MPR? Sebelumnya, KMP sudah menyiapkan paket pimpinan MPR yang terdiri dari perwakilan kader Partai Demokrat, Partai PKS, Partai PAN,  Partai Golkar dan DPD.

Adapun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan bagian dari anggota Koalisi Merah Putih, tidak diikut sertakan dalam paket pimpinan MPR. Padahal awalnya KMP sudah menjajikan akan mengakomodir kepentingan PPP di MPR. Pasalnya, partai berlambang Kabah ini sudah lebih dulu mengalah tidak masuk dalam paket pimpinan DPR yang diajukan KMP.

Dengan begitu, PPP merasa sudah dibohongi oleh para pimpinan KMP karena dukungan dan loyalitasnya selama ini terhadap calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto – Hatta Rajasa tidak dianggap sebagai suatu pengorbanan yang tulus.

“Kalau berbicara ketulusan, dan loyalitas PPP adalah partai yang pantas mendapatkan itu. Bagaimana tidak, sejak awal kita menjadi partai pertama yang menyatakan mendukung pencalonan Prabowo,” ujar Ketua DPP PPP, Arwani Thomafi, Selasa (7/10/2014).

‎Melihat momen perpecahan di internal KMP, KIH yang merupakan koalisi pendukung Jokowi-JK berusaha mengakomodir keinginan PPP. Mereka (KIH) pun, akhirnya sepakat mengajukan paket pimpinan yang diambil dari perwakilan DPD, Partai PDI-P, Partai PKB, Partai Nasdem dan Partai PPP sebagai wakil ketua.

Sementara Partai Hanura yang sudah menjadi bagian dari KIH, bersedia mengalah tidak mendapatkan kursi pimpinan. Meski demikian, Hanura mengaku tetap solid mendukung ‎paket ini. Dalam pemilihan pimpinan MPR ini, semua pihak juga berharap keputusan akan diambil melalui jalan musyawarah mufakat, bukan voting.

Namun apabila voting, Koalisi Merah Putih memiliki jumlah suara lebih banyak dibanding Koalisi Indonesia Hebat yakni sekitar 313 suara. Itu pun, belum termasuk suara dari DPD. Sementara Koalisi Indonesia Hebat meski sudah ada penambahan dukungan dari PPP, hanya mendapatkan ‎247 suara.

Hingga malam ini, sidang yang sudah dimulai sejak Senin (6/10/2014) sore, masih menampilkan akrobatik politik yang tinggi, lobi-lobi dan komunikasi terus terjalin antara petinggi partai. Jika KIH berhasil melobi anggota DPD Oesman Sapta untuk menjadi Ketua MPR, bisa jadi keadaan akan berubah, KIH akan tampil sebagai pemenangnya. Pasalnya, DPD yang mengusung Oesman memiliki suara terbanyak yakni 132 suara.

Langkah ini yang tengah diambil oleh KIH, Ketua DPD PKB, Abdul Kadir Karding mengatakan, kubu KIH sudah sepakat untuk mengusung Oesman sebagai Ketua MPR. Ia meyakini apabila rencana ini lancar, KIH akan berhasil memenangkan paket pimpinan MPR. “Kita optimis saja semua berjalan dengan lancar sesuai rencana,” ujar Karding.

Sedangkan KMP sejak awal, tidak menginginkan Oesman Sapta sebagai calon Ketua MPR. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto bahkan sempat mengatakan, bahwa Oesman bukanlah satu-satunya calon yang akan diusung dari DPD. Menurutnya masih banyak calon cadangan lain.

“Anda salah memahami, mereka (DPD) mengajukan tiga nama. Satu (Oesman) itu prioritas, tapi ada nama cadangan,” ujar Prabowo, di Gedung DPR, Selasa (7/10/2014).

Sekretaris Fraksi PKS di DPR, Abdul Hakim, mengungkapkan, ada dua nama yang dipertimbangkan Koalisi Merah Putih. Mereka adalah senator asal DKI Jakarta AM Fatwa dan senator dari Jawa Tengah Ahmad Muqowam.

“Pak AM Fatwa dulu kan PAN dan Ahmad Muqowam dari PPP,” katanya.

Kini publik masih menunggu, hasil dari sidang paripurna MPR. Siapakah pemenangnya? Apakah sidang akan berakhir malam atau kembali diskors. (Abn)

 

Related posts