Minggu, 24 Oktober 21

Ribuang Tambang Galian C di Jateng Belum Berizin

Ribuang Tambang Galian C di Jateng Belum Berizin
* ilustrasi tambang

Semarang, Obsessionnews – Polemik galian C ilegal di wilayah Jawa Tengah dinilai banyak orang masih terkatung-katung. Setidaknya, kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng, sudah berulang kali mendesak pemerintah menindak tegas, tambang ilegal di 18 Kabupaten/Kota yang belum berizin.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan, saat ini terdapat 59 perusahaan yang memiliki izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP OP) di 17 Kabupaten. Dari jumlah tersebut yang mempunyai izin usaha jasa penambangan ( IUJP) hanya 4 perusahaan, dan 11 perusahaan memiliki izin usaha pertambangan khusus ( IUP K).

“Dari data tersebut berarti masih ada 18 kabupaten/kota yang tidak ada pertambangan legal atau berizin,” ujarnya, Selasa (22/3/2016).

Padahal, terdapat 1.372 lokasi penambangan galian C di Jateng. Berdasarkan data kasar, lebih dari 500 usaha pertambangan di Jawa Tengah tidak berizin. “Pemerintah diharapkan tidak melakukan pembiaran akan hal ini, karena berdampak besar bagi masyarakat,” papar dia.

Hadi mencontohkan, di Kali Wedi, Gondang, Sragen, terdapat lima titik penambangan, namun tidak ada satupun yang berizin. Selain itu, masih ada ribuan tambang lain yang beroperasi namun tidak mengantongi izin dari Pemprov. Hal itu tidak hanya merusak alam namun juga membawa korban.
“Awal Maret ada korban jiwa anak kecil meninggal di daerah tambang Kali Wedi. Jangan sampai ada korban lagi,” ucapnya.

Hingga sekarang sejumlah kelompok masyarakat telah menyampaikan keluhan, antara lain warga Sejati, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, asosiasi tambang Banjarnegara, dan kelompok masyarakat tambang Kabupaten Tegal.

“Perlu kerjasama dengan kepolisian, Dinas ESDM kabupaten/kota, untuk pelayanan dengan membuka pusat pengaduan melalui sosial media,” katanya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.