Minggu, 5 Desember 21

Ribuan Massa Demo Kantor DPRK Aceh Tenggara

Ribuan Massa Demo Kantor DPRK Aceh Tenggara
* Ribuan Massa di depan Kantor DPRK Aceh Tenggara

Kutacane, Obsessionnews – Ribuan masyarakat petani kawasan kaki Gunung Leuser Kabupaten Aceh Tenggara yang tergabung dalam Persatuan Petani Kawasan Kaki Gunung Leuser (PPKK-GL) kembali mendatangi gedung DPRK Aceh Tenggara untuk mendesak segera melakukan penetapan tapal batas Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (28/4/2015).

Demo kedua kali yang dilakukan ini juga menyangkut tentang pembatalan hasil keputusan bersama yang dilakukan sepihak oleh Balai Besar Taman Nasional Gunun Leuser (BBTNGL) yang berada di Sumatra utara. Keputusan bersama itu ditandatangani oleh Muspida Aceh Tenggara berisi tentang usulan pemunduran tapal batas, pengupayaan ganti rugi lahan petani yang telah ditebangi oleh BPTNGL, penghentian pemanggilan terhadap petani yang berkebun di kawasan TNGL dan penghentian pembukaan lahan baru dalam kawasan TNGL oleh masyarakat.

Salah satu tokoh pemuda Aceh Tenggara, Maha Putra menjelaskan kepada obsessionnews.com bahwa dalam penyelesaian konflik ini masyarakat akan menempuh segala cara mengingat tanaman yang ditanami oleh masyarakat sudah mulai menghasilkan nilai ekonomi yang dapat menyokong penghidupan masyarakat.

“Kami mengharapkan i’tikad baik dari semua pihak untuk menuntaskan permasalahan ini, masyarakat hanya ingin haknya untuk melanjutkan keberlangsungan hidup mereka dan keluarganya, jangan lagi dizalimi,” ujar Maha yang juga sempat berorasi pada aksi tersebut.

Maha Putra orsi di depan ribuan pendemo.
Maha Putra orasi di depan ribuan pendemo.

Salah satu pengurus PPKK-GL, Tomi Selian menyampaikan bahwa BBTNGL yang berada di Sumatra Utara tidak beri’tikad baik terhadap penyelesaian konflik yang terjadi antara BPTNGL dengan masyarakat Aceh Tenggara yang seharusnya dapat diselesaikan dengan cara-cara arif dan bijaksana, Pemerintahan Aceh harus membuka telinga untuk mendengarkan jeritan rakyat.

Ia pun mendesak Gubernur Aceh harus segera datang ke Aceh Tenggara guna menyelesaikan permasalahan tapal batas TNGL, masyarakat menyanyangkan tindakan Gubernur Aceh yang diam seolah – olah Aceh Tenggara bukan bagian dari provinsi Aceh.

“Bila Juni ini Pemerintahan Aceh tidak berusaha menyelesaikan konflik TNGL dengan petani Aceh Tenggara maka masyarakat akan mendesak pusat untuk memisahkan diri terhadap provinsi Aceh untuk membentuk Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA),” ancam Tomi dalam orasinya di depan ribuan demonstran dan polisi yang mengawal ketat jalannya aksi.

Massa demontran disambut langsung oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRK Aceh Tenggara, Irwandi Desky. Ia mengatakan, DPRK Aceh Tenggara akan ikut serta mendampingi masyarakat Aceh Tenggara dalam memperjuangkan penetapan tapal batas TNGL baik di tingkat provinsi dan pendampingan langsung ke Menteri Kehutanan. (Agung Sanjaya)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.