Rabu, 15 Juli 20

Ribuan KTP-el Tercecer, Kemendagri: Jangan Dikaitkan Pemilu

Ribuan KTP-el Tercecer, Kemendagri: Jangan Dikaitkan Pemilu
* KTP tercecer di semak. (YouTube)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ribuan KTP elektronik (KTP-el) tercecer di semak belukar di Cikande, Kabupaten Serang, Banten, pada hari Senin (10/9/2018). Masyarakat mengamankan hasil temuannya tersebut dan menyerahkan ke Koramil Cikande.

Terkait hal ini, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Prof Zudan Arif Fakrulloh merilis bahwa total penemuan blangko KTP lama dan KTP elektronik (KTP-el) serta sembilan lembar kartu keluarga sebanyak 2.910 keping.

“Dinas Dukcapil Kabupaten Serang selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap barang temuan tersebut langsung merespons dan berkoordinasi serta mengambil barang tersebut di Koramil untuk diamankan dan disimpan di Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Serang,” tandas Prof Zudan melalui keterangan tertulisnya, Rabu (12/9).

Dari angka 2.910 keping dimaksud, jelas Zudan, sebanyak 513 KTP manual (KTP lama bukan KTP-el), dan 111 KTP-el rusak secara fisik. Sisanya, 2.286 adalah KTP-el yang invalid karena sudah tidak berlaku akibat adanya perubahan elemen data seperti pindah alamat dan merubah status.

Hal ini dibuktikan dengan pengecekan melalui alat baca (card reader) KTP-el. Untuk blanko kartu keluarga juga diketahui tidak berlaku karena adanya perubahan tandatangan blanko dari tandatangan camat.

“Saat ini petugas keamanan masih melakukan pendalaman kenapa barang-barang blanko rusak dimaksud sampai berada di tempat sampah. Saya memastikan bahwa semua KTP-el tersebut adalah KTP-el rusak dan KTP-el bekas (invalid data) walaupun secara fisik terlihat utuh,” tegas Dirjen Dukcapil.

Dari informasi awal, lanjut dia, diketahui ruang penyimpanan arsip di kecamatan saat itu akan dipakai untuk Panitia Pemilihan Kecamatan melakukan proses Pilkada serentak tahun 2018, sehingga arsip-arsip yang ada dikeluarkan sementara termasuk blanko yang rusak.

Namun siapa yang membuang arsip blanko ini masih didalami. Diyakini hal itu hanya kelalaian seseorang yang tidak mengerti dan tidak mengetahui pentingnya arsip. “Kemendagri sungguh-sungguh mendalami terjadinya hal ini dan akan memberikan pembinaan secara proporsional bagi yang bersalah,” tandasnya.

Menurut Zudan, KTP-el tersebut sudah dicek secara sistem sudah tidak berlaku lagi karena pemiliknya sudah memiliki KTP-el baru. Apakah KTP-el yang sudah tidak valid datanya ini bisa digunakan untuk pemilu? Tentu saja KTP-el tidak bisa digunakan untuk pemilu karena pemilik KTP-el yang bersangkutan sudah memiliki KTP-el baru atau pengganti.

“Andaipun misalnya digunakan di tempat lain pasti tidak bisa karena ada alamat dan fotonya. Petugas TPS juga hapal pemilih yang berdomisili di sekitar TPS. Ini murni kelalaian petugas kecamatan, jadi tidak perlu dikaitkan terlalu jauh dengan pemilu,” lanjutnya. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.