Minggu, 25 September 22

Ribuan Buruh Geruduk Gubernuran, Tuntut Kenaikan UMK

Ribuan Buruh Geruduk Gubernuran, Tuntut Kenaikan UMK

Semarang, Obsessionnews – Ribuan buruh kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Mereka berasal dari sejumlah daerah seperti Pekalongan, Kendal, Boyolali, Ungaran dan Semarang, menuntut janji manis Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo atas upah layak untuk Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Massa tergabung dalam Federasi kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) datang satu persatu membawa berbagai macam atribut khas unjuk rasa. Satu buah mobil pick up yang telah dimodifikasi pengeras suara, ditempatkan di tengah kerumunan. Para buruh kemudian saling bergantian berorasi, mengingatkan janji kampanye Ganjar.

“Ingatkah pak Ganjar akan janji manis saat menjadi calon Gubernur dulu? Katanya siap mensejahterakan buruh, mengakomodir buruh? Nyatanya mana? Kami disini tertindas pak Gubernur,” teriak perwakilan dari KSPN Boyolali, Senin (26/10/2015).

Bahkan tak jarang mereka menantang Ganjar Pranowo keluar ruangan dan menemui demonstran. Pengunjuk rasa menginginkan bertemu Ganjar karena menganggap orang nomor satu di Jateng itu kerap menyatakan sebagai orang kecil.

“Katanya wakil wong cilik. Mana buktinya? Kami tantang Gubernur agar nemui kami. Sampaikan sikap politik panjenengan (anda), temui kami di tempat panas ini,” seru salah seorang buruh DPW FKSPN Jawa Tengah, Wahono.

Suasana semakin memanas tatkala mereka merapat disepanjang jalan pahlawan. Massa yang berjumlah ribuan membuat kawasan pusat kota itu macet total. Keramaian makin menjadi saat perwakilan KSPN Karanganyar berorasi.

Mereka menilai penentuan upah buruh oleh Gubernur Jawa Tengah pada November mendatang adalah penentuan nasib para buruh. Namun, dalam usulan masing-masing Kabupaten, survei kebutuhan hidup layak (KHL) hanya dilakukan pada 60 item saja.

“Padahal, kebutuhan kita tidak hanya 60 item itu saja. Apakah kehidupan kita juga harusa dibatasi?,” tegas dia.

Menurutnya, pengesahan RPP Pengupahan hanyalah akal bulus pemerintah kepada para pekerja dan buruh. RPP tersebut dinilai terlalu menitikberatkan pada kesejahteraan pengusaha ketimbang pekerja.

“Karena itu sikap kita adalah satu. Tolak dan batalkan RPP Pengupahan yang tidak mensejahterakan pekerja dan buruh,” tuntutnya yang diiyakan para buruh lain

Aksi ini merupakan kelanjutan demo sebelumnya. Para buruh terus melancarkan unjuk rasa sebagai reaksi atas Rancangan Peraturan Pemerintah dan formula Kenaikan Upah Minimum dan Kenaikan Upah Minimum Pekerja (UMP) yang berlandaskan inflasi + Produk Pasar (PDB). Seperti diketahui Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang biasanya – setiap tahun – menjadi acuan penetapan UMP, terpaksa diganti menjadi 5 tahun sekali. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.