Selasa, 19 Oktober 21

RI Tetap Eksekusi Mati Narkoba, Tak Peduli Ocehan Australia

RI Tetap Eksekusi Mati Narkoba, Tak Peduli Ocehan Australia

Jakarta, Obsessionnews – Nampaknya, Indonesia sudah menunjukkan kebangkitan dan mempertahankan kedaulatannya, tidak bisa disetir oleh negara lain. Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, eksekusi terhadap terpidana mati warga Australia akan tetap dilaksanakan, meski pemerintah Australia meminta dua warganya tersebut dibebaskan dari eksekusi mati.

“Ya itu hak mereka untuk menolak tegas, kita juga punya ketegasan sendiri,” ujarnya kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2015).

Menurut Prasetyo, Negara Australia harus bisa menghormati dan menghargai hukum yang ada di Indonesia, begitu juga sebaliknya. “Jadi kita punya hukum yang harus dihormati dan dihargai semua pihak dan begitu pun kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Pakar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana mengatakan, ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah Indonesia kepada pemerintahan Australia. Pertama, Indonesia harus menjelaskan, alasan warga Australia tersebut dihukum mati.

“Ini kan harus dijelaskan, di Indonesia ada darurat narkoba, bukan cuma kurir, tetapi bandar narkoba. Kemudian mereka ini sudah melalui proses hukum, yang mempunyai hukum tetap dan dipastikan tidak ada peradilan yang sesat, melalui peninjauan kembali,” ujar Hikmahanto.

Pemerintahan Australia, lanjutnya, juga sudah meminta pengampunan, tetapi tidak diberikan pengampunan oleh presiden Indonesia. “Pemerintah Indonesia bisa menyampaikan ke pemerintah Australia, tetapi juga kepala perwakilan kita di negara tersebut,” jelas dia.

Menurut Hikmahanto, seharusnya perwakilan Indonesia di Australia juga menyampaikan secara aktif bukan kepada Perdana Menteri saja, tetapi masyarakat setempat yang mereka ini tidak setuju.

“Karena masyarakat setempat perlu diberi pemahaman, apa yang mereka inginkan itu harus diterjemahkan oleh pemerintahan mereka. Kalau mereka paham, maka pemerintah tidak akan terlalu menekan terhadap Indonesia,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Wakil Pemimpin Oposisi Australia Tanya Pilbersek mengajak warga Australia bergabung bersamanya untuk menyerukan pembatalan hukuman mati warganya yaitu Andrew Chan dan Myuran Sukurman, yang akan dieksekusi mati pemerintah Indonesia karena terkait kasus Bali Nine.

Ia menyatakan harapannya pada pemerintah Indonesia, bahwa dimasa-masa sulit ini Presiden Indonesia dapat memberikan grasi pada dua orang muda itu. Pilbersek juga meminta warga Australia untuk bergabung dengannya, menyerukan pemerintah Indonesia untuk menunjukkan rasa belas kasihannya. (Purnomo)

Related posts