Senin, 28 September 20

Rhenium Jauh Lebih ‘Sexy’ Ketimbang Salma Hayek

Rhenium Jauh Lebih ‘Sexy’ Ketimbang Salma Hayek
* Salma Hayek.

Oleh: Samuel Karwur, Peminat  Ekonomi

 

Rhenium jauh lebih “sexy” ketimbang artik cantik Hollywood, Salma Hayek.

Mengejutkan, jelas iya. Siapa Rhenium dan seperti apa rupanya, hingga pesonanya melebihi aktris terseksi tersebut?

Jawabannya sederhana. Tentu tidak ada yang menyangkal betapa Salme Hayek, artis asal Meksiko, berhasil membius para kaum adam sedunia. Namun Rhenium ternyata sangat spektakuler. Ia bisa membuat siapa saja yang saat ini “memegangnya”, menjadi kaya raya. Mana ada sih, manusia di muka bumi ini yang menolak untuk menerima bongkahan duit mengalir masuk ke rekening masing-masing?

Mari telusuri lebih jauh, apa dan siapa itu Rhenium.

Dia tentu saja bukanlah manusia, apalagi gadis cantik seperti Salma Hayek. Sebaliknya, Rhenium adalah sebuah jenis logam yang sangat dibutuhkan oleh industri militer, penerbangan, gas, serta industri perminyakan. Logam ini digunakan sebagai bahan dasar pembuatan berbagai jenis peralatan canggih, tapi dikatakan memiliki sifat health friendly.

Tahun 2008 silam, GE (NYSE: GE), mengumumkan akan segera menguji coba produk baru mereka – mesin turbin – yang terbuat dari bahan dasar nikel, untuk mengurangi ketergantungan perusahaan ini kepada Rhenium.

Langkah ini dinilai sebagai sebuah strategi brilian dari para petinggi perusahaan raksasa tersebut, karena permintaan akan Rhenium semakin hari semakin naik, sementara di lain pihak, suplai mineral luar biasa ini sangatlah terbatas.

Logam Rhenium sangat langka di dunia ini. Logam ini ditemukan di dalam kandungan tembaga. Sebagai perbandingan, dibutuhkan 3.732 gram tembaga, untuk memproduksi 30 gram Rhenium.

Hal ini menjadikan Rhenium sebagai salah satu produksi logam termahal di dunia, di mana saat ini harga setiap kilogramnya bertengger pada US$ 2.755 (sekitar Rp 35 juta/kg).

Yang tambah membuat sulit untuk mendapatkan logam ini adalah lokasi penghasil Rhenium tidak pernah diketahui secara pasti. Satu hal yang tidak terbantahkan adalah Rhenium adalah logam terlangka di dunia. Sebuah penelitian menyatakan bahwa cadangan Rhenium dunia kini tinggal 50% lagi, di mana Chile ditengarai menjadi negara penghasil terbesar di samping Amerika Serikat.

Perusahaan tambang rakasasa RioTinto (NYSE: RIO) dan Molycorp (NYSE: MCP), adalah dua perusahaan yang memproduksi logam Rhenium, lewat tambang yang berlokasi di Amerika Serikat.

Sudah barang tentu, meski produksi Rhenium terus menerus ada, perusahaan-perusahaan yang memiliki ketergantungan akan jenis logam ini, sedang mencari logam alternative sebagai pengganti mengingat stok yang kian hari kian menipis.

Ketika Anda menaruh investasi di sektor komoditi, maka prinsip sederhana yang harus diingat adalah suply dan demand (ketersediaan dan permintaan). Ketika prinsip ini dikaitkan dengan beberapa jenis logam yang paling dicari di muka bumi ini, maka tidak banyak yang bisa masuk di dalam daftar.

Apalagi banyak perusahaan-perusahaan raksasa yang ternyata sangat bergantung pada jenis-jenis logam langka seperti halnya Rhenium. Tanpa logam ini, perusahaan-perusahaan tersebut terancam gulung tikar.

Anda pasti sudah pernah mendengar perusahaan seperti GE (NYSE: GE), Lockheed Martin (NYSE: LMT), Siemens (OTCBB: SIEGY), Boeing (NYSE: BA), Northrop Grumman (NYSE: NOC), Raytheon (NYSE: RTN) dan juga Airbus (OTCBB: EADSF).

Mereka adalah perusahaan-perusahaan raksasa yang sangat tergantung dengan Rhenium. Oleh sebab itu, investasi pada saham-saham yang berkaitan dengan Rhenium, menjadi sangat eksotik. Itulah sebabnya, Rhenium bisa dibilang jauh lebih sexy ketimbang Salma Hayek.

Pikirkanlah dan pastikan Anda mengalokasikan investasi, pada saham-saham yang memiliki prospek menguntungkan.

Rhenium? Itu adalah salah satunya. (***)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.